Harga Anjlok, Peternak Ayam Keyongan Boyolali Terancam Kolaps

0
peternak-ayam-nogosari-boyolali
CEK KANDANG: Peternak mengecek salah satu kandang peternakan ayam pedaging miliknya di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Para peternak ayam pedaging di Boyolali terancam gulung tikar. Ini terjadi karena dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya angka penjualan.

Seperti dikemukakan Dwi Purnomo (44) salah satu peternak ayam pedaging asal Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari. Dia mengaku, harga jual ayam kini turun drastis dibandingkan sebelum masa Covid-19.

“Dulu harga jual ayam dari kandang masih normal Rp 18.000/kg ayam hidup,” katanya.

Namun, kini harga ayam hidup di tingkat peternak hanya berkisar Rp 13.000- Rp 14.000/kg ayam hidup. Padahal, biaya produksi masih tetap besar seperti biaya pakan, listrik, air hingga biaya tenaga kerja.

Anjloknya harga ayam hasil panen, lanjut dia, disebabkan menurunnya jumlah permintaan konsumen. Kondisi ini secara umum diakibatkan pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya harga beli masyarakat.

“Belum lagi adanya ketentuan pembatasan orang punya hajat sehingga permintaan daging ayam menurun.”

Sutrisno, kades Keyongan, Kecamatan Nogosari, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Jika kondisi tak kunjung membaik, maka dikhawatirkan usaha peternakan ayam di desanya akan bangkrut. Belum lagi usaha peternakan ayam serupa di desa lainnya.

“Terus terang, kami prihatin dengan kondisi saat ini.”

Saat ini, di desanya ada belasan peternak ayam baik dari usaha mandiri maupun usaha kemitraan. Adapun jumlah kandang sebanyak 33 buah dengan kapasitas sebanyak 6.000 – 10.000 ekor ayam/ kandang. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan