Juru Parkir Terlibat Aksi Intoleran

0
aksi-intoleran-solo
BERI PENJELASAN- Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim, AKP Purbo Adjar Waskito saat merilis penangkapan para tersangka dalam aksi intoleran di Polresta Surakarta, Senin (21/9/2020). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*2 Tersangksa Baru Ditangkap

SOLO, suaramerdekasolo.com– Komitmen Polri untuk terus mengejar para pelaku aksi intoleran di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Jateng masih dilakukan.

Upaya itu membuahkan hasil. Dua orang yang diduga terlibat aksi kekerasan, penganiayaan serta perusakan di acara midodareni di Mertodranan RT 1 RW 1, Pasar Kliwon Solo dapat ditangkap petugas Polresta Surakarta.

Dua tersangka yang diringkus berinisial W alias L (42) dan M (45). Dengan dibekuknya dua tersangka itu menambah daftar jumlah tersangka yang telah diamankan sebanyak 10 tersangka.

Penangkapan dua tersangka baru itu dikemukakan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Senin (21/9).

Menurutnya, tertangkapnya dua tersangka berdasar hasil pengembangan penyidikan serta reka ulang atau rekontruksi sebelumnya.

“Kedua tersangka ditangkap pada tanggal 18 dan 19 September 2020 di sekitar rumahnya setelah beberapa minggu ke keluar kota untuk bersembunyi,” tegas mantan Dirreskrimsus Polda Lampung tersebut.

Tersangka berinisial W alias L diketahui tinggal di Bibis Baru, Banjarsari, Solo. Kesehariannya, sebagai juru parkir. Adapun tersangka berinisial M tinggal di Nayu, Nusukan, Banjarsari.

Berdasar hasil pemeriksaan, kedua tersangka pada tanggal 8 Agustus 2020 datang ke kediaman Habib Umar Assegaf yang lagi punya hajat doa bersama menjelang resepsi pernikahan atau midodareni.

W alias L dan M datang ke lokasi karena ajakan dari whatsapp grub yang menyebutkan ada kelompok keagamaan melakukan ritual yang dinilai tidak sesuai ajaran agama.

Kedua tersangka bersama kelompoknya dalam satu grub WA diduga terlibat aksi kekerasan dengan menganiaya Habib Unar Asegaf dan kedua anaknya dan turut melakukan perusakan terhadap kendaraan yang berada di lokasi kejadian.

Atas penangkapan kedua tersangka, lanjut Ade Safri Simanjuntak, petugas juga menyita sejumlah barang bukti (BB) yang dipakai saat kedua tersangka ikut beraksi.

Beberapa BB yang diamankan diantaranya celana jeans biru, jaket merah, sebuah helm, celana panjang siwal (cingkrang) cream dan Yamaha GT Mio AD 5990 YU.

Mesti telah menangkap 2 tersangka baru, tim gabungan Bareskrim Mabes Polri, Ditreskrimum Polda Jateng dan Resmob Polresta Surakarta, terang Kapolresta, masih memburu para pelaku yang belum tertangkap.

Lima pelaku yang telah teridentifikasi berinsial S, D, R, B dan Wa, ditegaskan Kapolresta, masih terus diburu dimanapun bersembunyi sampai tertangkap. Kelima pelaku tersebut masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan