Kasus Covid-19 Turun, Boyolali Masuk Zona Oranye

0
covid-19-boyolali
PENJELASAN: Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Susvivalina memberikan penjelasan terkait perkembangan Covid-19 di Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kabar menggembirakan bagi amsyarakat Boyolali terkait kondisi Covid-19. Saat ini, Boyolali masuk zona oranye, atau turun dibandingkan sebelumnya zona merah.

Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, penurunan zona resiko disebabkan terjadinya penurunan kasus Covid-19 secara signifikan. Sehingga Boyolali dari ahsil indikator penilaian berada pada skor 2,10.

“Ini berarti masuk zona oranye atau zona resiko sedang,” katanya dalam pertemuan dengan wartawan, Selasa (22/9/2020).

Dengan kondisi tersebut, maka ada beberapa kegiatan yang sudah boleh dilakukan oleh masyarakat. Hanya saja, masyarakat diminta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Yaitu, menggunakan masker, jaga jarak dan rajin membersihkan tangan menggunakan sabun atau disinfektan.

Dari hasil pemantauan, lanjut Ratri, total jumlah kasus Covid-19 di Boyolali tercatat sebanyak 753 kasus. Dimana sebanyak 94 penderita masih dirawat, 41 kasus isolasi mandiri, selesai isolasi sebanyak 590 kasus dan meninggal ada 28.

“Dari jumlah itu maka tingkat kesembuhan di Boyolali mencapai 78 persen dan prosentasi angka kematian sebanyak 4 persen.”

Diungkapkan, penambahan kasus Covid sejak tanggal 15- 22 September jumlahnya bervariasi. Dari total penambahan 54 kasus itu, tersebar di 16 kecamatan se-Boyolali.

Pihaknya juga mengungkap sudah melakukan pemeriksaan skrening swab massal sebanyak 8.201 orang. Hasilnya, yang sudah keluar negative sebanyak 6.852 orang dan positif 775 serta masih menunggu sebanyak 574. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan