Makin Percaya, Fajri Sebut Hasil Survei ORI Unggul 60 Persen

0
pilkada-klaten2020
BALIHO CALON : Baliho pasangan Sri Mulyani dan Aris Prabowo berjajar dengan pasangan ORI di Jalan Kecamatan Polanharjo. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Bakal Calon Wakil Bupati Klaten, Muhammad Fajri mengaku optimis bakal menang Pilkada Klaten. Hasil survei kedua yang dilakukan timnya menunjukkan, pasangan One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI) mendapat dukungan 60 persen dari masyarakat.

”Semua pasangan calon yang maju Pilkada Klaten 2020 harus siap menang dan siap kalah. Tapi ORI rencananya menang, survei kedua dari lima kali survei yang direncanakan menunjukkan dukungan 60 persen. Semoga survei berikutnya makin meningkat,” kata Fajri kepada wartawan, Senin (21/9) sore.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PKS dan Partai Gerindra itu selalu aktif berkomunikasi dengan masyarakat. Namun kondisi pandemi, membuat mereka tak bisa mengumpulkan banyak massa. Solusinya, mereka memanfaatkan media sosial.

”Saat ini, memang tak mungkin mengumpulkan banyak orang. Tapi tim terus bergerak, dalam waktu dekat akan deklarasi tim pemenangan tingkat desa. Kami juga aktif membuat konten media sosial yang kreatif dan interaktif,” ujar politisi PKS itu.

Dalam kesempatan di sebuah angkringan di Jalan Rajawali, Klaten Utara itu, dia membeberkan programnya, mulai dari pendidikan pertanian, lapangan kerja sampai kesehatan. Klaten membutuhkan pemimpin yang diterima semua kalangan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.

”Yang ada sekarang, produktifitas pertanian terus turun. Saya tahu kondisi Klaten karena sudah cukup lama membina 60-80 kelompok tani di Klaten. Lahan menyempit, rusaknya tanah akibat pupuk kimia, sampai jatuhnya harga di masa panen, ini butuh pemimpin yang bisa mencarikan solusi,” tegas dia.

Perlu dibuka lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran, namun mustahil bila iklim investasi tidak kondusif. Investor butuh rasa aman dan mudahnya perijinan, ini bukan toleransi pelanggaran tapi efisiensi birokrasi dalam pengurusan perijinan.

Dia juga menyoroti netralitas ASN, karena faktanya ada pelanggaran. Dia mengutip beberapa temuan seperti pernyataan Lurah Gergunung, kasus dua ASN yang tidak netral dan juga kades. Menurutnya, masyarakat butuh pemimpin dengan legislasi kuat dan proses dipilih dalam proses yang bersih. Hal yang bisa meruntuhkan legitimasi adalah memanfaatkan ASN dalam politik, dan pemanfaatan anggaran. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan