Waduk Gajahmungkur Jadi Padang Rumput Luas, Ini Lokasinya

0
padang-rumput-waduk-gajah-mungkur
PADANG RUMPUT : Seorang warga melintasi dasar Waduk Gajahmungkur yang menjadi padang rumput di sebelah timur Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Musim kemarau membuat Waduk Gajahmungkur Wonogiri surut sehingga dasarnya mengering dan terlihat ke permukaan. Kondisi itu menciptakan sebuah padang rumput luas, mirip sabana di daratan Eropa.

Fenomena tersebut dapat ditemui di sebelah timur Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Hamparan rerumputan terbentang luas hingga tepian Waduk Gajahmungkur.

Padang rumput dadakan dapat dicapai melalui wilayah Desa Sumberejo ke arah timur. Setelah melewati wilayah desa, perjalanan dilanjutkan sekitar satu kilometer melalui area pasang-surut Waduk Gajahmungkur yang telah mengering.

Selain menjadi hamparan padang rumput luas, lokasi itu dahulu ternyata merupakan sebuah desa yang ditinggalkan penduduknya ketika Waduk Gajahmungkur dibangun, sekitar tahun 1977-1978 silam.

Maharzadi Mahfud Amarul Azis (25) warga Dusun Kedunglumbu, Desa Sumberejo mengungkapkan, padang rumput musiman itu dahulu merupakan wilayah Desa Ngrowo. “Desanya sudah tidak ada karena tenggelam waduk. Penghuninya sudah pindah semua,” katanya, baru-baru ini.

Beberapa puing bangunan, seperti fondasi rumah, ompak, sumur, hingga pemakaman umum masih bisa dijumpai. Bahkan, sumur tersebut masih bisa menghasilkan air yang bersih.

Azis mengungkapkan, perairan yang berubah menjadi padang rumput memang dijadikan sebagai area mencari rumput oleh para peternak. “Tahun kemarin malah lebih luas (padang rumputnya) karena kemarau panjang,” ujarnya.

Para pencari rumput kebanyakan berasal dari wilayah selatan Wonogiri yang sering dilanda kekeringan. “Di selatan sana kan kekeringan. Tahun kemarin, banyak sekali yang mencari rumput. Parkiran kendaraannya sampai panjang, seperti konvoi,” imbuhnya.

Belum banyak orang yang menjadikan padang rumput itu sebagai tempat rekreasi atau wahana selfie (swafoto). Namun, sejumlah petani, pencari rumput dan pemancing sudah biasa melintasinya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan