Pasca-kebakaran, Pedagang Pasar Cepogo Tak Perlu Bayar Retribusi

0
pasar-cepogo-boyolali
ALAT BERAT: Puing sisa kebakaran Pasar Cepogo Boyolali sudah dibersihkan. Alat berat tinggal digunakan untuk memadatkan jalan antar los saja. (suaramerdeksolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab bergerak cepat untuk membantu para pedagang Pasar Cepogo, Boyolali, Jateng. Tak hanya membersihkan puing kebakaran, namun pedagang juga mendapatkan pembebasan retribusi.

Menurut Sekda Boyolali Masruri, saat ini pihaknya fokus membersihkan sisa kebakaran di area Pasar Cepogo. Selanjutnya, bakal didirikan pasar darurat di lokasi kebakaran. Bangunan los menggunakan tiang baja ringan dan atap terpal.

“Harapannya, para pedagang dapat segera berjualan kembali,” katanya, Rabu (23/9/2020.

Setelah pembangunan pasar daurat selesai, maka para pedagang bisa langsung berjualan. Untuk itu, pihaknya akan membebaskan retribusi bagi para pedagang yang los dan kiosnya terbakar. Pembebasan retribusi dilakukan hingga akhir Desember mendatang.

“Karena Januari 2021, seluruh pedagang akan boyongan ke lokasi pasar baru. Kami juga akan koordinasi dengan perbankan agar para pedagang mendapatkan kelonggaran masa angsuran.”

Sementara itu dari pantauan, pembersihan puing kebakaran sudah hampir tuntas. Alat berat tinggal memadatkan tanah di jalan antar los di dalam lokasi pasar. Bahkan, pemilik toko yang berada di sisi barat sudah berjualan kembali.

Atap yang rusak sudah diperbaiki dengan dipasang atap seng. Sedangkan pedagang los lainnya, sebagian berjualan di pinggir jalan. Beberapa pedagang juga memperbaiki los miliknya secara mandiri.

“Ya, memang ada beberapa pedagang yang berinisiatif memperbaiki los miliknya. Katanya biar cepat,” imbuh Kepala UPT Pasar Cepogo, Mulyadi.

Pihaknya juga mengaku didatangi sejumlah pedagang yang meminta izin untuk berjualan menggunakan payung. Pasalnya, pedagang tersebut ingin segera menempati losnya untuk kembali berjualan melayani pelanggan. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan