Tekuk PSD Demak 2-0, Ritme Permainan Persika Karanganyar Masih Perlu Diasah Lagi

0
latihan-persika-karanganyar
BEREBUT BOLA : Pemain Persika Karanganyar berebut bola dengan pemain PSD Demak, dalam laga uji coba di Lapangan Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Rabu (23/9/2020). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Laga Uji Coba Jelang Pendaftaran Liga 3 Jateng 


KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Kesebelasan Persika Karanganyar berhasil mengantongi kemenangan 2-0, dalam laga uji coba melawan PSD Demak di Lapangan Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Rabu (23/9/2020). 

Dua gol tim berjuluk Laskar Singo Lawu tercipta di babak kedua. Gol pertama dilesakkan Saiful Islah Fahri, setelah kemelut di depan gawang PSD yang dijaga kiper Husnul Wahyu. Sedangkan gol kedua melalui tendangan finalti oleh Satria Gunawan, setelah terjadi pelanggaran terhadap pemain Persika di depan gawang PSD.

 Dalam laga dua babak tersebut, penguasaan bola kedua tim imbang. Pada babak pertama, baik Persika maupun PSD sama-sama bermain menyerang dan bertahan secara imbang. Serangan masing-masing tim berhasil dipatahkan oleh barisan pertahanan, hingga tak ada gol yang tercipta di 45 menit pertama. 

Sedangkan di 45 menit kedua, masing-masing tim bermain agresif. Permainan cepat ditunjukkan pemain Persika dan PSD, saat membangun serangan maupun ketika bertahan. 
Peluang emas Persika melayang, saat tendangan Gunawan membentur mistar gawang. Namun berhasil ditebus beberapa saat kemudian, ketika Saiful Islah Fahri jeli membaca peluang dan berhasil melesakkan bola ke gawang PSD, setelah terjadi perebutan bola ketat.

Disusul gol kedua melalui tendangan finalti, yang dieksekusi dengan baik oleh Satria Gunawan. 
Skor tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang, tanda pertandingan usai. 
Pelatih Persika Aris Budi Sulistyo mengaku belum puas dengan irama permainan yang diperlihatkan anak asuhnya.

“Memang ini menang. Tapi hasil hari ini bukan tujuan. Permainan anak-anak masih jauh dari harapan. Saya ingin mereka bermain dengan ciri khas. Bermain teka-teki. Ini belum terlihat,” tuturnya, usai pertandingan. 

Penguasaan bola pemain masih kedodoran. Emosi pemain belum terkontrol dalam menguasai bola, sehingga terlihat buru-buru.

“Masih perlu diasah lagi. Namun sudah lumayan dibandingkan laga uji coba sebelumnya. Ada peningkatan. Bisa main bola dari lini ke lini, meski masih kurang taktis. Tapi dari hasil hari ini, semoga bisa menginspirasi mereka, untuk menemukan bentuk permainan yang pas,” ujarnya. 
Chemistry antarpermain, menurutnya, masih perlu dibangun.

“Saya juga masih merotasi, untuk menemukan posisi dan komposisi permainan yang pas,” lanjutnya. 

Aris mengaku, dari dua kali laga uji coba, sudah mendapatkan 80 persen komposisi tim inti yang akan jadi starting.

“Nanti dimatangkan lagi, dalam laga uji coba berikutnya. Mungkin di pertandingan berikutnya kami akan bermain tandang,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan