Akhir Pekan ini Ada 87 Hajatan di Karanganyar, Satpol PP Siap Jemput Bola Periksa Lokasi

0
hajatan-karanganyar
CEK LOKASI – Kasatpol PP Yopi Eko Jati Wibowo saat cek lokasi hajatan di dusun warga. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

*Hajatan Patuhi Protokol Kesehatan

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Selama Sabtu dan Minggu ini, Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Jateng mencatat ada 87 warga yang meminta izin menggelar hajatan. Guna memastikan hajatan tersebut mematuhi protokol kesehatan, Satpol PP memilih melakukan jemput bola melakukan cek lokasi.

Kasatpol PP Yopi Eko Jati Wibowo saat di lokasi hajatan warga Pandean, Sambiroto, Tasikmadu, mengatakan, seluruh anggota Satpol PP hari itu memang diterjunkan untuk mengecek lokasi. Sebelum hajatan dimulai, dan nanti pada saat hajatan petugas secara tertutup akan datang ke lokasi.

Baca : 12 orang Terjaring Tanpa Masker Di Jatipuro Karanganyar

‘’Dari pada pada saat hari H terus kita datang membubarkan acara karena tidak sesuai dengan protokol kesehatan, malah kesannya kurang baik. Karena itu justru sebelum hajatan kita arahkan kurang apa, kita cek lagi saat hari H, semuanya beres,’’ kata dia, Jumat (25/9/2020).

Dia memang berharap aparat desa dan tim jogo tonggo serta kecamatan berada di garis depan meminta ketertiban dan kepatuhan pemilik hajatan mematuhi protokol kesehatan sebagai pemutus rantai penyebaran Covid-19.

Polisi sesuai maklumat Kapolri memang sudah tidak lagi mengeluarkan izin keramaian. Tapi bupati melalui Perbup 52/2020 memperbolehkan semua kegiatan masyarakat termasuk hajatan. Agar ekonomi tetap menggeliat. Sebab jika ada hajatan, usaha katering, kajang, panggung, kesenian, tetap bergerak.

Baca : Sambut World Clean Up Day, Siswa SMKN Jenawi Karanganyar Resik-Resik Kali

Karena itu di lapangan Satpol PP menvoba menerjemahkan agar protokol kesehatan tidak sekadar formalitas, namun betul-betul dilaksanakan. Sehingga kegiatan warga masyarakat tetap berjalan, namun protokol kesehatan terjaga.

‘’Tamu boleh maksimal 200, kalau lebih lainnya bisa mbanyu mili, tanpa salaman, jaga jarak aman, pakai masker, ada cek termogun, ada tempat cuci yang cukup untuk tamu. Tidak peduli ada beberapa tempat cuci tangan, semua harus tersedia,’’ kata Yopi.

Saat di lokasi hajatan, Yopi dan lima staf langsung ditemui yang punya hajatan, Widayanti yang menikahkan anaknya Dewi pada Minggu mendatang. Yang punya hajat meyakinkan semua protokol kesehatan akan dijaga dan dilaksanakan. Tamunya dari Jenawi dan jumlahnya tidak lebih dari 200 orang atau 100 pasan saja.

Baca : Peneliti UNS Kembangkan Limbah Cangkang Sawit Jadi Pemanas Aspal Hotmix

Saat itu, pemilik hajatan sedang mengawasi jalannya pemasangan kajang. Mereka tampak terkejut saat Kasatpol PP datang denfgan timnya. Setelah tahu mereka hanya mengecek saja, akhirnya semua clear. Warga sekitar tidak mempermasalahkan dan justru akan ikut mengawasi.

Yopi langsung menemui Camat Tasikmadu yang ditemi Sekcam Harjono. Dia menerima laporan ada salah satu warga yang izin hajatan untuk 1.200 tamu. Ini merepotkan sebab jika tamunya banyak, protokol kesehatan agak sulit dikontrol. Repotnya lagi warga tersebut membawa-bawa nama /bupati yang akan datang sebagai undangan.

‘’Kami jadi agak rikuh sendiri. Di satu sisi akan menegakkan protokjol kesehatan namun menghadapi yang seperti ini menjadi sulit. Karena itu tolong Satpol PP juga tegas namun tetap mengindahkan rasa karena hajatan jelas sesuatu yang penting,’’ kata Sekcam Harjono.

Baca : 1.400 Mahasiswa Baru Unisri Ikuti Orientasi Kampus

Kasatpol PP Yopi berjanji akan menyurati seluruh pemilik gedung hajatan, agar sejak awal mengingatkan warga yang menggunakan gedung untuk menjaga protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru hajatan.(Joko DH)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan