Pemuda Tani Ditantang Urai Persoalan Pertanian

0
tantangan-pemuda-tani
PAPARAN : Sekretaris Komisi D DPRD Jawa Tengah yang membidangi Pertanian & Peternakan, Chamim Irfani memberikan paparan sekaligus sambutan pada Rembukan Tani dan Pelantikan Pemuda Tani HKTI Kota Surakarta, Sabtu (26/9/2020). (suaramerdekasolo.com/Dok)

*Rembukan Tani dan Pelantikan Pemuda Tani HKTI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sekretaris Komisi D DPRD Jawa Tengah yang membidangi Pertanian & Peternakan, Chamim Irfani menantang pemuda tani untuk menjawab dua persoalan penting di dunia pertanian. Masalah pertama adalah panjangnya mata rantai komoditas pertanian dari produsen yakni petani hingga konsumen.

“Sebagai generasi milinenial pasti akan menemukan jawabannya dengan menggunakan kemajuan IT untuk memotong mata rantai, menemukan langsung petani dengan konsumen,” katanya saat memberikan sambutan pada Rembukan Tani dan Pelantikan Pemuda Tani HKTI Kota Surakarta, Sabtu (26/9/2020).

Menurut politisi PKB ini panjangnya mata rantai yang terkandang hingga sembilan lingkaran tak hanya membuat konsumen membayar mahal hasil pertanian tetapi bagi petani juga tidak mendapatkan harga yang pantas. Chamim mengatakan pemuda tani di era milenial harus mampu menjawab tantangan tersebut.

“Tantangan ini hanya bisa dijawab oleh para pemuda milineal buka generasi old,” ujar mantan Ketua Komisi B dalam siaran persnya.

Sementara tantangan kedua yang tak kalah beratnya adalah bagaimana menaikkan indeks pendapatan petani. Menurut Chamim, rendahnya index pendapatan petani dikarenakan selama ini petani hanya diberi target peningkatan produktivitas.

“Dari penelaahan saya sebagai anggota komisi yang membidangi pertanian, kebijakan yang dibuat khususnya di Jawa Tengah selalu bagaimana mendorong produktivitas. Dengan lahan segini produksinya segiji dan sebagainya. Nalar pasar justru dijauhkan dari alam.pikir.petani,” kata dia.

Padahal nalar pasar sesungguhnya menjadi guideline bagi petani dalam mengelola lahan pertanian yang kian terbatas. Pemuda Tani diharapkan mengisi kekosongan tersebut. (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan