Tertib Administrasi, Tiga Sekolah Muhammadiyah di Karanganyar Terima Bantuan Rp 8,2 Miliar

0
TERTIB ADMINISTRASI – Muhammadiyah Daerah Mengadakan sosialisasi tertib administrasi ke semua pengelola amal usahanya. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Tiga sekolah Muhammadiyah Karanganyar, menerima bantuan sebesar Rp 8,2 Miliar untuk pengembangan sekolah tersebut. Bantuan itu diberikan karena sekolahan itu menjaga tertib administrasi, dan dinilai mampu berkembang semakin besar.

Saat sosialisasi tertib administrasi kepada pengelola Muhammadiyah Cabang dan juga pengelola sekolah Muhammadiyah se-Karanganyar, di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah di Papahan, Ketua Muhammadiyas DR Syamsuri mengaku terus mendorong agar semua amal usaha Muhammadiyah terus membenahi administrasinya.

‘’Sekarang ini kebijakan Kementerian Dikbud, tidak lagi sistem proposal dan juga meratakan sekolah yang menerima bantuan. Bantuan diberikan kepada sekolah yang bisa maju dan tertib administrasinya. Karena itu pemerintah pusat memiliki radar pemantau pendidikan sendiri,’’ kata dia, Sabtu.

Karena itu bisa jadi sekolah yang sudah besar semakin menjadi besar karena menerima gerojogan dana sehingga fasilitas pendidikan di sekolah itu semakin lengkap dan baik. Sedangkan sekolah kecil dan tidak berkembang malah semakin tertinggal.

Sebagai contoh SMK Muhammadiyah 3 yang menerima bantuan Rp 2,2 miliar, SMK Muhammadiyah 6 Karanganyar, serta SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar yang menerima masing-masing Rp 3 miliar.

Sekolah itu dinilai sukses karena keberhasilannya menjalin hubungan dengan kalangan industri mulai Nasmoco, Suzuki, Yamaha, sehingga alumni sekolah itu dengan cepat diterima bekerja di perusahaan tersebut, khususnya siswa di bidang otomotif. Begitu pula SMK Muhammadiyah 2.

Semua itu menjadi nilai tambah sekolahan, ditambah lagi tertib administrasi, misalnya tanah sekolah itu milik yayasan setelah dari tanah wakaf, SK (Surat Keputusan) penganbgkatan guru yang sudah semua dari PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah).

‘’Tidak ada guru yang diangkat oleh pengurus cabang, atau lainnya. Ini termasuk salah satu tertib administrasi. Karena itu saya mendorong semua sekolah untuk meneliti sertifikat tanah sekolahnya, apakah ada yang masih berstatus tanah orang lain, milik pemerintah, atau atas nama pribadi. Harus segera ditertibkan,’’ kata Syamsuri.

Pihaknya juga sudah menerjunkan tim audit internal dari Lembaga Pemantau Pelaksanaan Keuangan (LPPK) untuk mengaudit keuangan semua amal usaha Muhammadiyah, dan hasilnya tidak ada uang siluman yang masuk dan digunakan oleh pengelola. Namun kalau salah administrasi masih ada. Dan itu vwajar, namun tertib administrasi penting dilanjutkan.

Itu yang terus didorong untuk dilaksanakan sehingga semua amal usaha Muhammadiyah berjalan lancar dan terus berkembang baik karena dikelola secara amanah. Pengurus juga tidak sekadar mengangkat orang yang asal pejabat atau terkenal untuk menjadi pengelola.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan