9 Cara Memilih Ikan Koi yang Bagus dan Berkualitas Baik

0
ikan-koi
FOTO ILUSTRASI

MEMILIH ikan koi dengan kualitas yang baik, itu diperlukan kecermatan serta ketelitian. Di mana hal tersebut bisa dibilang susah-susah gampang.

Namun, jika Anda memahami dengan baik ciri-ciri koi yang bagus, maka Anda bisa dengan mudah mengetahui kualitas koi yang bagus.

Secara umum, koi yang paling populer dan bergengsi ada tiga jenis, ini kerap disebut Gosanke (tiga besar), yaitu Kohaku, Showa (Showa Sanshoku) dan Sanke (Taisho Sanke).

Jika Anda baru saja bermain koi, Anda bisa memilih ketiga jenis koi tersebut. Biasanya yang berkualitas baik (koi import) harganya bisa sangat mahal.

Nah, jika Anda mau membeli koi, coba perhatikan cara memilih ikan koi berikut, agar Anda tak salah pilih.

  1. First Impression

Cara memilih ikan koi yang pertama, Anda perlu memperhatikan first impression, artinya bagaimana kesan pertama saat melihat koi tersebut. Bisa dibilang poin ini adalah gambaran secara umum dari koi.

Anda bisa lihat ketika baru pertama kali menjumpainya, apakah koi terlihat bagus atau biasa saja.

Jika Anda sudah kepincut pada pandangan pertama, selanjutnya Anda bisa lihat lebih spesifik lagi faktor-faktor yang lain.

Beberapa kontes ikan hias juga menggunakan faktor first impression sebagai bagian dari penilaian mereka.

  1. Body Koi

Ikan koi yang bagus, memiliki body yang proporsional, tidak kurus dan tidak terlalu gemuk.

Paling bagus, koi yang anatominya mirip “torpedo”, jadi agak gemuk di bagian tengah, dan mengecil di kepala dan ekornya. Ini bisa dilihat dari atas, jangan dari samping.

Koi merupakan ikan hias yang paling bagus dipelihara di kolam, karena ia termasuk ikan yang keindahannya bisa dilihat dari atas (bagian punggung).

Banyak ditemui dipasaran koi yang bertubuh gempal, tapi sayangnya memiliki perut yang buncit.

Namun, kalau Anda membeli ikan-ikan langsung import dari Jepang, biasanya perut mereka tak akan buncit.

  1. Warna yang Baik

Salah satu daya tarik ikan koi adalah dari segi warna, tapi ini bergantung pada jenis koi itu sendiri.

Koi yang berkualitas baik, akan memiliki warna cerah sesuai dengan jenisnya.

Misalnya kohaku, dikatakan kohaku yang bagus bila ia memiliki warna merah terang dan putih bersih tak kekuningan.

Showa, memiliki warna dasar hitam pekat dengan merah kontras dan putih yang bersih. Selain itu, komposisi warnanya merata.

Sanke, memiliki warna dasar putih salju dengan corak merah mencolok dan hitam pekat. Komposisi warnanya juga merata.

Oleh sebab itu, sebelum membeli ikan, sebaiknya Anda cari tahu dulu jenis apa yang ingin dibeli, sehingga Anda akan mengetahui bagaimana warna terbaik untuk masing-masing jenis.

  1. Garis Warna

Yang dimaksud garis warna adalah batas antara warna corak. Jadi, koi yang baik itu memiliki garis pembatas yang jelas, tidak mengalami gradasi warna.

Perbedaan batas warna merah dan putih misalnya, disitu tidak terdapat gradasi, tetapi lebih tajam perbedaannya

  1. Sisik Ikan

Setiap memilih ikan hias jenis apapun, pastikan sisiknya masih utuh dan tidak terdapat bintik-bintik warna, termasuk cara memilih ikan koi yang bagus.

Jika sisik ikan rusak, ada kemungkinan koi tergores benda tajam, atau ada salah penanganan ketika handling ikan.

  1. Sirip

Bagian sirip ini juga penting untuk diperhatikan. Beberapa penyakit ikan, dapat menyebabkan sirip jadi grepes. So, kalau melihat koi yang siripnya grepes, bisa jadi karena terkena penyakit.

Tetapi hal tersebut belum bisa dipastikan juga, karena bisa saja sirip rusak karena tergores, atau digigiti ikan lainnya.

Tak perlu cemas, sirip ikan yang grepes karena gigitan ikan lain, biasanya dapat tumbuh lagi dalam beberapa waktu.

Namun, jika Anda sudah melihat sirip ikan koi grepes di toko, sebaiknya tidak usah membelinya. Ingat, tujuan Anda adalah membeli ikan yang bagus, bukan ikan yang tergores!

  1. Gerakan Gesit

Salah satu cara memilih ikan koi, bisa dilihat secara sekilas dengan memperhatikan bagaimana cara ia berenang. Apakah gesit, aktif dan berenang secara berkelompok.

Kalau menemukan ikan yang pasif dan menyendiri dipojokkan (tidak berkelompok), ada kemungkinan ikan koi tersebut sedang sakit.

  1. Doyan Makan

Ikan yang masih doyan makan, merupakan salah satu indikator ikan sehat.

Sebaliknya, ikan yang nafsu makannya berkurang, ada kemungkinan ikan sedang mengalami gangguan, baik itu dari segi kesehatan, maupun mentalnya.

Disarankan untuk memilih koi yang nafsu makannya masih baik, artinya saat ditebar pellet, ikan akan langsung respon mencium bau amisnya.

Saat ikan masih doyan makan, ikan akan terus dapat asupan gizi, sehingga ia tidak akan mudah sakit dan pertumbuhannya akan berjalan maksimal.

  1. Sesuaikan Dengan Budget

Kadang tidak bisa dibohongi, ikan yang harganya lebih mahal, memiliki kualitas yang lebih baik secara keseluruhan.

Disini, Anda bisa menyesuaikan dengan budget yang Anda miliki.

Jika Anda punya budget lebih dan ingin membeli ikan dengan kualitas terbaik, Anda bisa memilih koi import Jepang dari farm ternama, seperti Sakai, Maruyama, Niigata dan lainnya.

Anda tak perlu langsung datang ke Jepang, karena dealer-dealer khusus ikan import sudah banyak di Indonesia.

Yang penting, pastikan Anda mendapat sertifikat keaslian ikan. Ikan dari breeder-breeder yang tersebut di atas, mengeluarkan sertifikat otentik pada setiap ikan yang mereka jual.

Harga ikan import ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta Rupiah, tergantung dari ukuran dan gradenya.

Kalau memiliki budget yang tak terlalu besar tapi ingin ikan bagus, Anda bisa membelinya dari breeder lokal. Breeder lokal ini juga punya kualitas ikan koi yang tak kalah baik, meski tak sebaik impor.

Cobalah Anda membeli koi-koi dari Blitar dan Sukabumi. Koi Blitar terkenal karena kualitas lokalan yang sangat baik.

Harganya pun relatif lebih murah dari Koi Import, berkisar antara puluhan ribu hingga jutaan, bergantung ukuran dan keindahan ikan.

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara memilih ikan koi yang berkualitas bagus. Semoga tips di atas dapat membantu Anda agar tidak salah dalam memilih. (Ivan Runa)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan