Green Yard Resto and Tea Plantation, Sensasi Bersantap di Tengah Hamparan Kebun Teh

0
Green-Yard-Resto-and-Tea-Plantation
SENSASI : Green Yard Resto and Tea Plantation yang berlokasi di Dusun Kadipekso, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, menawarkan sensasi bersantap dengan pemandangan hamparan kebun teh dan Gunung Lawu. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Ingin merasakan nikmatnya bersantap, sembari menghirup udara segar pegunungan dengan pemandangan hamparan kebun teh dan Gunung Lawu?

Silakan meluncur ke Green Yard Resto and Tea Plantation yang berlokasi di Dusun Kadipekso, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi. Di resto yang mulai beroperasi pada Juli 2020 lalu ini, sensasi seperti yang disebutkan di atas bisa Anda rasakan semua.

Ya, karena bangunan resto yang memiliki menu andalan Nasi Liwet Green Yard dan premium tea ala Inggris ini memang berada di tengah hamparan kebun teh.

Berkonsep modern minimalis dengan area terbuka di lantai dua, resto ini langsung menghadap ke Gunung Lawu di sebelah timur.

JIka cuaca cerah, panorama indah dari gunung bernama asli Wukir Mahendra Giri itu bisa dinikmati sembari bersantap, ataupun sekadar bercengkerama dengan kawan, kerabat atau keluarga.

Panorama yang permai juga pas untuk dijadikan background bagi penyuka aktivitas swafoto alias selfie.

Ade Eliana, owner Green Yard Resto and Tea Plantation menuturkan, kehadiran resto tersebut salah satunya untuk menarik wisatawan agar berkunjung juga ke Jenawi.

“Kalau biasanya kebanyakan wisatawan berkunjung ke Kemuning, Ngargoyoso, sekarang dengan adanya Green Yard, diharapkan juga banyak yang berkunjung ke area Jenawi. Sebab kebun teh di kawasan ini sebagian besar justru di wilayah Jenawi,” katanya, belum lama ini.

Apalagi, pesona panorama kebun teh di wilayah Jenawi tak kalah menariknya. “Di sini juga jalur menuju Candi Cetho. Harapannya, semakin banyak pengunjung yang juga berkunjung ke Gumeng, tak hanya terpusat di Kemuning,” ujarnya.

Ade mengatakan, kehadiran Green Yard tidak hanya menyasar segmen tertentu.

“Kami sasar semua segmen. Ya anak muda, ya lanjut usia, ya keluarga, maupun wisatawan. Karena itu, menu yang kami tawarkan pun beragam. Dari masakan selera nusantara, sampai steak yang lebih ke anak muda. Harganya pun terjangkau,” lanjutnya.

Buka setiap hari antara pukul 10.00-17.30 di hari biasa dan 10.00-18.30 pada saat weekend, Ade mengatakan, Green Yard juga dikonsep untuk mengangkat citra teh lokal asli Kemuning.

“Di sini kan kawasan kebun teh. Tapi teh yang asli racikan lokal, masih belum banyak yang tahu. Ke depan, kami akan sediakan teh-teh racikan lokal, agar orang lebih paham, bahwa teh racikan lokal juga tak kalah sedap dari produk daerah lain,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan