Lumpang Tjokro, Sajikan Kuliner Khas dan Sarana Edukasi

0
lumpang-tjokro1
LUMPANG TJOKRO dengan suasana pedesaan yang alami sosok untuk bersantai bersama keluarga.

DI MASA pandemi, banyak orang yang harus menahan keinginan untuk berwisata bersama keluarga dan teman ke tempat-tempat indah yang jauh. Sebenarnya masih banyak tempat yang dekat yang tak kalah indah dan layak dikunjungi, namun tentu saja harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Salah satunya, Lumpang Tjokro yang berlokasi di Jalan Cokro-Tulung, tepatnya di Wangen III, Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Sebuah rumah makan dengan konsep terbuka di tengah hamparan sawah, berbagai tanaman hijau yang menyejukkan mata.
Rumah Makan yang dirintis H Danang Heru Subyantoro dan keluarganya itu juga dilengkapi kolam ikan dengan perahu di tengahnya yang menjadi saya tarik dan spot selfie di Lumpang Tjokro bagi para penggemar foto.

Bangunan dibangun dengan gaya alami dengan peninggalan jaman dulu, ada joglo kuno yang masih asli, dan jalan masuk dari limbah kayu sisa pembuatan pati onggok. Ada pula berbagai spot menarik seperti andong, luku yang ditarik sapi, lampu-lampu yang terlihat cantik dan eksotis saat gelap.

Sesuai namanya, di sekitar rumah makan terdapat berbagai jenis lumpang dan lesung yang unik. Pengunjung akan disuguhi menu tradisional. Pengelola menggandeng usaha kecil di Desa Wangen dan Cokro agar bisa berjalan bersama mengembangkan kuliner khas.

‘’ Lumpang Tjokro akan menggandeng UKM-UKM kecil sekitar Desa Wangen dan Cokro untuk mengembangkan makanan khas daerah. Kuliner khas ini akan kami perkenalkan pada pengunjung,’’ kata Danang.

Sejumlah masakan tradisional seperti sayur lodeh, sayur asem, hingga sayur jantung pisang resep warisan keluarga siap disajikan. Ada pula nasi wiwit, nasi ingkong, sego kembulan, dan sego buntil hingga telur genem yang menjadi andalan Lumpang Tjokro.
Sedangkan minuman andalannya adalah kopi Purwo Tjokro, susu Purwo Tjokro, dan teh Purwo Tjokro. Minuman Purwo Tjokro diracik dari rempah yang ada di sekitar resto dipadu dengan Purwaceng.

‘’Nasi buntil resep peninggalan Simbah sangat enak dan minuman Purwo Tjokro adalah menu andalah kami. Minuman ini sangat pas untuk penghangat tubuh dan menambah stamina pria, sekaligus meningkatkan imun untuk menangkal covid-19,’’ kata Danang
Soft Opening Lumpang Cokro dilakukan Kamis, (24/9/2020) sore dihadiri sejumlah pejabat. Muspika Kecamatan Polanharjo dan Tulung, serta tokoh masyarakat. Undangan hanya 50 orang dengan protokol kesehatan. Pengunjung dihibur Gejog Lesung dari Desa Glagahwangi dipimpin Joko Maduwiyoto.

Selain menjual makanan, Lumpang Tjokro juga dijadikan sarana edukasi bagi pengunjung umum, pelajar atau mahasiswa. Mereka bisa belajar memeras sapi yang disediakan pengelola. Mereka juga bejalar menanam dan merawat empon-empon serta memasak masakan tradisional khas Lumpang Tjokro.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan