Bangkrut Lalu Jual Rumah, Suranto warga Colomadu Malah Dirangket Polisi

0
suranto-diduga-menipu
DIPERIKSA POLISI – Suranto saat diperiksa penyidik Polres Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Suranto, warga Colomadu Karanganyar, diibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga. Usahanya bangkrut, dia bermaksud menjual rumahnya di Colomadu, malah kini dijebloskan ke tananan Reskrim dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.

Awalnya tahun 2014, usahanya bangkrut sehingga mendorongnya menjual rumah senilai Rp 800 juta, rumah seluas 150 meter persegi dengan luas bangunan 300 meter persegi. Setelah beberapa lama, ada yang menawar rumahnya, dan kejadian harga Rp 765 juta.

‘’Awalnya diberi panjar Rp 3 juta, setelah itu dikimim transfer Rp 300 juta, Rp 200 juta dan beberapa kali jumlahnya beberapa ratus juta. Namun sertifikat ternyata tidak segera dibaliknama ke penjualnya karena menurut Suranto ada kekurangan Rp 82 juta, namun menurut Dd pembelinya sudah lunas,’’ kata Kasubag Humas Iptu Agung, kemarin.

Dd bahkan mencoba mengurus lewat notaris soal sertifikat rumah, tapi yang bersangkutan malah tidak bisa dihubungi. Bahkan dengan cara diultimatum yang bersangkutan malah menghilang tidak bisa dihubungi.

Akhirnya persoalan dilaporkan ke polisi dan Suranto ditemukan di Bogor, dan akhirnya ditangkap dan dibawa ke Karanganyar. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, statusnya naik menjadi tersangka dengan tuduhan melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Suranto saat diperiksa polisi mengakui sertifikat digadaikan ke orang lain dengan nilai Rp 200 juta sehingga tidak segera diserahkan ke Dd. Alasan lain karena masih ada kekurangan Rp 82 juta sebagaimana hitungannya namun diingkari oleh Dd.

‘’Padahal saya butuh uang sehingga saya gadaikan lagi ke orang lain senilai itu dan saya ke Bogor untuk mencari kerja di sana sampai saya ditangkap polisi dan dibawa ke Karanganyar saat ini,’’ kata dia di depan penyidik.

Namun petugas menemukan fakta lain karena Suranto menggadaikan rumahnya dengan menandatanganisurat perjanjian jual beli sehingga petugas berani menetapkan sebagai tersangka, sebab satu rumah dia jual dua kali ke orang berbeda.

Kasus ini terus didalami polisi sehingga masih akan berkembang meski Suranto sudah pasti menjadi tersangka dengan ancaman di atas lima tahun penjara.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan