Puluhan Warga Berniat Adopsi Bayi Malang

0
penemuan-bayi-boyolali
DIGENDONG: Bayi malang digendong bidan Yuliana Eni di rumahnya di Dukuh Bendokobong, Desa Ngaru- aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Nasib Bayi Dibuang di Gorong-gorong

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Puluhan keluarga berniat mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan warga di gorong- gorong Jalan Raya Solo- Semarang, tepatnya di timur pertigaan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jateng.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, tercatat sebanyak 35 keluarga memohon untuk mengadopsi bayi tersebut. Mereka bahkan sudah mengajukan permohonan resmi ke Dinsos. Sedangkan puluhan lainnya baru mneyatakan minat melalui telepon.

“Yang melalui surat resmi ada 35 pemohon, belum lagi yang melalui telepon,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum memproses pengajuan adopsi tersebut. Pasalnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua bayi tersebut. Setidaknya, pihaknya masih akan menunggu tiga bulan ke depan.

Setelah maksimal tiga bulan dan orang tua bayi tersebut belum ditemukan, maka proses adopsi bisa dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Hal itu untuk mengantisipasi apabila dari pihak keluarga bayi ada yang ingin merawat bayi tersebut.

“Biasanya untuk kasus pembuangan bayi, maka pihak keluarga, entah itu ibunya, atau neneknya ingin mengasuhnya. Dan itu kami prioritaskan.”
Namun setelah tiga bulan, jika polisi tidak menemukan orang tua bayi tersebut maka, Dinsos akan langsung melakukan proses adopsi. Langkah awal, pihaknya akan menyeleksi seluruh permohonan yang masuk.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Mudzakir, menambahkan ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat mengadopsi anak. Total ada 27 syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, keluarga yang telah menikah minimal 5 tahun tapi belum diberi keturunan.

Kemudian umur calon pengadopsi maksimal 55 tahun, dan dinyatakan sehat jasmani serta rokhani. Selain itu, keluarga yang ingin mengadopsi memiliki kemmapuan ekonomi yang cukup. Juga penentuan agama bagi bayi yang didasarkan pada agama mayoritas di lokasi penemuan.

Seperti diberitakan, sesosok bayi laki- laki ditemukan warga di sebuah gorong- gorong di pinggir Jalan Raya Solo- Semarang, tepatnya 100 meter timur pertigaan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, Senin (28/9) pukul 06.45. Bayi kini dirawat di rumah bidan Yuliana Eni, desa setempat. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan