Tim PKM-M UNS Bekali Andikpas Ketrampilan

0
uns-lpka
FOTO/DOK

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sebelas Maret ( UNS)  menjalin kolaborasi dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II B Yogyakarta untuk mengembangkan skills Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas). Kegiatan tersebut digelar agar nantinya setelah keluar dari LPKA, Andiknas mampu hidup mandiri dan tidak mengulangi kesalahannya. 

Upaya optimalisasi pembinaan ketrampilan Andikpas tersebut dilakukan melalui progam kemitraan Bamboo Batik Speaker (Booster). 

Tim yang terdiri atas Rima Sumiar Achrima (mahasiswa Fakultas Hukum) selaku ketua tim bersama para anggotanya yaitu Reni Eka Septianingrum (Fakultas Hukum), Rokhmatun Hanifah (Fakultas Hukum), Erina Rahayu (Fakultas Seni Rupa dan Desain), dan Syaifullah Fillard Latifan (Fakultas Teknik), serta dosen pembimbing Dr. Muhammad Rustamji tersebut memberikan pelatihan kewirausahaan disesuaikan dengan kondisi pandemi. 

Ketua Tim,  Rima mengemukakan kegiatan tersebut adalah bentuk pemberdayaan Andikpas melalui pelatihan pembuatan produk speaker dengan casing bambu yang dihiasi motif batik.

Progam tersebut menitikberatkan  pembinaan mengasah skills Andikpas agar mampu menciptakan produk yang bernilai jual tinggi sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Dikemukakan,  Tim tersebut menginisiasi perlunya peningkatan pembinaan keterampilan agar Andikpas mendapatkan sarana untuk menyalurkan kreativitas yang dimiliki sehingga mereka memiliki keterampilan yang memadai.

Hal tersebut guna mendukung terwujudnya  tujuan dari sistem pemasyarakatan yaitu mengembalikan terpidana ke masyarakat. Selain itu, dengan diadakan progam pembinaan keterampilan, harapannya anak tidak lagi mengulangi tindak pidananya karena faktor tidak mempunyai bekal kesiapan hidup selepas dari masa pembinaan di LPKA.  

Kepala Satuan Kerja LPKA, Teguh Suroso menyambut baik kerja sama yang dijalin dengan Tim PKM-M UNS. Ia berharap kerja sama ini dapat mendukung optimalisasi peningkatan skills Andikpas. Sehingga sekeluarnya dari proses pembinaan di LPKA, Andikpas mempunyai bekal skills yang cukup untuk bersaing secara swadaya di era revolusi 4.0. 

“Persyaratan kaku dalam beberapa proses seleksi pekerjaan yang menuntut calon pendaftarnya tidak boleh memiliki jejak pidana membuat pendidikan dan pembinaan yang bersifat praktis dan applicable sangat dibutuhkan bagi Andikpas,” imbuh dosen pembimbing Muhammad Rustamaji.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan