Dalam Sehari, Empat Pasien Covid-19 Wonogiri Meninggal

0
corona-wonogiri-terkini
MENYIAPKAN PEMAKAMAN : Petugas berpakaian APD lengkap menyiapkan pemakaman di pemakaman umum Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sebanyak empat pasien yang terkonfirmasi positif penyakit virus corona (Covid-19) di Kabupaten Wonogiri meninggal dunia, Selasa (29/9/2020). Jumlah itu mencetak rekor kematian terbanyak dalam satu hari selama masa pandemi berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, kejadian itu harus menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. “Protokol kesehatan harus ditaati betul. Jangan berkerumun, harus selalu memakai masker dan harus sering mencuci tangan dengan sabun untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya, Rabu (30/9).

Pihaknya akan semakin memperketat pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat. Hajatan masih dilarang diadakan di Kabupaten Wonogiri. Hanya hajatan berskala kecil yang diperbolehkan. Itu pun cuma boleh dihadiri tidak lebih dari 50 orang dan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Terpisah, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, ada empat pasien Covid-19 yang meninggal pada Selasa (29/9/2020).

Keempat orang itu adalah S (63) warga Kecamatan Girimarto yang meninggal di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, HMP (31) warga Kecamatan Manyaran yang meninggal di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, ARS (49), warga Kecamatan Puhpelem yang meninggal di RSUD Dr Moewardi Surakarta, dan T (53), warga Kecamatan Jatipurno yang meninggal di RSUD SMS Wonogiri.

Seluruhnya berasal dari klaster perjalanan. Mereka adalah perantau yang pulang kampung, namun diduga kuat sudah terinfeksi Covid-19 sejak dari kota asalnya.

Data per tanggal 29 September 2020 menunjukkan, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri selama ini mencapai 256 orang. Sebanyak 208 orang sudah sembuh, 21 orang dirawat masih di rumah sakit, 13 orang menjalani karantina khusus, dan 14 orang sudah meninggal dunia. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan