Dibubarkan Paksa, Pesta Ultah Masa Pandemi di Jagalan Jebres Solo

0
ulang tahun dibubarkan jebres
ULANG TAHUN : Petugas membubarkan acara ulang tahun yang diiringi musik organ tunggal di Kampung Jagalan, Jebres, Minggu (4/10/2020 malam. (sms.com/dokumentasi)

SOLO, sms.com– Tak mematuhi protokol kesehatan, seperti menimbulkan kerumunan massa cukup banyak, pesta ulang tahun di Jagalan, Jebres dibubarkan polisi.

Langkah tersebut dilakukan Jajaran Polresta Surakarta karena ulang tahun mengundang banyak orang dengan hiburan organ tunggal dalam acara pesta ulang tahun di Kampung Jagalan, Jebres, pada Minggu (4/10/2020) malam.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan perihal pembubaran tersebut. Awalnya petugas Polsek Jebres sudah memberitahu agar tidak menggelar pesta dengan iringan musik. Namun berdasarkan informasi dari masyarakat, pihak yang punya kegiatan tetap nekat menggelar organ tunggal.

Tim Sparta Sat Sabhara Polresta Surakarta lantas bergerak ke lokasi. Hasilnya puluhan orang terlihat berkerumun menikmati musik dan langsung dibubarkan.

“Setelah benar informasi yang disampaikan ke kami bahwa ada acara hiburan yang mengundang massa, untuk itu acara tersebut langsung kami bubarkan,” tegas Ade Safri, Senin (5/10/2020).

Meski acara dihentikan, lanjut Kapolresta, pihak tuan rumah hanya diberi teguran dan pembinaan. Menurutnya, pemilik rumah mengakui kesalahan karena tetap nekat menggelar pesta musik.

“Kita hanya membina yang bersangkutan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kecuali ketika kita membubarkan kemarin yang bersangkutan melakukan perlawanan, maks bisa kita lakukan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.

ulang tahun dibubarkan jebres2

Perwira polisi berpangkat melati tiga itu berharap masyarakat bisa paham bila aturan menggelar acara hajatan dimasa pandemi berbeda dibandingkan sebelum pandemi korona. Dimana masyarakat dilarang menghadirkan hiburan yang mengundang kerumunan massa. 

“Selama pandemi ini, kita tidak akan mengeluarkan surat izin keramaian dalam bentuk apapun. Terkait hajatan juga sudah ada aturannya, siapa-siapa saja yang boleh datang dan sebagainya. Kita menegakkan aturan ini agar mata rantai korona ini bisa terputus,” jelas mantan Kapolres Karanganyar itu. (sh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan