Polisi Selidiki Insiden yang Menimpa Ketua Peradi Solo Raya

0
peradi-polresta-surakarta
AUDIENSI- Para pengacara yang tergabung dalam Peradi Kota Surakarta audiensi dengan Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heriyanto di Ruang Lobby Polresta Surakarta, Jumat (9/10). (sm.com/sh)

SOLO, sms.com– Terkait kasus dugaan intimidasi terhadap Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surakarta, M Badrus Zaman SH MH, jika itu memang terjadi Polresta Surakarta secara institusi meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Hal itu dikemukakan Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heriyanto saat menemui puluhan pengacara yang tergabung dalam Peradi di Lobby Polresta Surakarta, Jumat (9/10/2020) sore.

Ditambahkan Wakapolresta, apa yang sebenarnya dialami Badrus Zaman yang diduga dilakukan anggota yang tidak sesuai SOP akan didalami.

”Di kesatuan propam yang akan mendalami, dan hal itu perlu dilakukan dengan meminta keterangan lebih dahulu kepada Pak Badrus Zaman. Hal itu untuk memperoleh kepastian hukum dalam pengawasan internal.
Tindaklanjut perkaranya akan dilakukan secara transparan,” urainya.

Wakapolresta yang mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Po Ade Safri Simanjuntak menandaskan adanya kejadian intimidasi yang dialami Ketua Peradi tersebut yang kemungkinan dilakukan anggota itu, semoga tidak terulamg kembali.
Dengan begitu, kedepan hubungan antara Polri dengan para pengacara bisa terjalin lebih baik.

Orang kedua di jajaran Polresta itu juga akan melakukan sosialisasi kepada anggota agar cermat melihat situasi dan kondisi di lapangan sehingga bisa melakukan langkah sesuai SOP.

Salah satu pengacara senior, Efendi Siahaan SH yang ikut dalam audiensi juga menyayangkan insiden yang menimpa Ketua Peradi.

“Mestinya anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas dengan lebih mengedepankan etika dan kesopanan dalam meminta keterangan kepada warga, sehingga tidak menimbulkan sikap arogan,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengacara kondang yang juga Ketua Peradi Kota Surakarta, M Badrus Zaman SH MH diperlakukan tidak manusiawi oleh anggota Polresta Surakarta, Kamis (8/10/2020) malam.

Insiden tersebut terjadi disaat para anggota polisi merazia sejumlah kendaraan di traffic light Pasar Sidodadi atau Pasar Kleco yang diyakini dikendarai para pengunjuk rasa usai ikut berunjuk rasa di kawasan Simpang Tiga Kartasura.

Di lokasi kejadian, Badrus Zaman melihat berbagai kendaraan dirazia petugas, begitu juga beberapa orang yang mengendarai motor sempat kenal pukul.

”Saya melihat sendiri peristiwa tersebut,”‘ tegas Badrus Zaman.

Keberadaan Ketua Peradi Kota Surakarta tersebut dicurigai petugas yang diyakini merekam atau memvideo saat petugas melakukan razia.

Tak lama kemudian Badrus Zaman didatangi sejumlah petugas dengan maksud mengambil handphone yang dibawanya. Saat itu Badrus mencoba mempertahankan ponselnya.

”Tak mau ponsel saya diambil, sejumlah anggota mendorong-dorong saya dan ada petugas yang merangkul saya hingga saya sempat terjatuh,” jelas Pengacara ternama yang kantornya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Badrus juga merasa diperlakukan sewena-wena disaat ada petugas mencoba untuk menginterogasinya.

“Usai dikerumuni sekitar sepuluh anggota, diantaranya anggota Dalmas, saya kemudian dibawa dua anggota berpakaian preman di dekat Pasar Kleco. Disitu saya ditanya tentang identitas saya, tidak lama kemudian saya dilepas,'” urainya. (sh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan