Simulasi PTM Kota Surakarta Dikhusus Siswa Kelas IX

0
smpn-4-surakarta
PITA PENGAMAN : Pita pengaman terpasang di halaman SMP Negeri 4 Surakarta sebagai bagian dari persiapan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut. (sms.com/Dok)

SOLO, sms.com – Pemkot Surakarta memilih siswa-siswi kelas IX di dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai peserta simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Pemkot menargetkan, simulasi tersebut bisa dimulai akhir bulan ini.

“Rencananya nanti 50 persen siswa kelas IX masuk sekolah selama seminggu. 50 persennya lagi (belajar) di rumah seminggu,” ungkap Wali Kota FX Hadi Rudyatmo usai rapat koordinasi PTM di Balai Kota, Jumat (9/10/2020).

Pada pekan berikutnya, imbuh Wali Kota, seluruh siswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah diizinkan mengikuti PTM. “Setelah 14 hari, akan dievaluasi. Kalau tidak ada yang terpapar (Covid-19), maka akan ditingkatkan lagi bagi siswa kelas VII.”

Guna mengurangi potensi penularan Covid-19 selama simulasi, Pemkot memutuskan untuk melakukan disinfeksi lokasi pembelajaran secara rutin.

“Setiap selesai belajar, meja kami semprot dengan alkohol. Lantai juga dipel. Selain itu siswa, guru sampai penjaga sekolah juga akan di-rapid test,” tegas Rudy, sapaan akrab Wali Kota.

Terkait lokasi simulasi, Pemkot membatasi hanya dua sekolah. Yakni SMP Negeri 4 dan SMP Al-Azhar Syifa Budi.

“Kami sedang siapkan video berisi standard operational procedure (SOP) pelaksanaan PTM tersebut. Isinya teknis pelaksanaan pembelajaran sejak anak datang ke sekolah. Sesudahnya kami akan menyusun surat rekomendasi kepada gugus tugas,” papar Kepala Dinas Pendidikan Etty Retnowati.

Ia menargetkan, simulasi PTM tersebut bisa dimulai akhir Oktober.

“Infrastruktur protokol kesehatan sekolah semuanya sudah disiapkan. Di Solo memang ada 23 SMP, tapi baru dua sekolah yang akan menjadi lokasi simulasi kali ini,” kata dia. (ari)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan