Di Wonogiri, Hujan Baru akan Meningkat Bulan November

0
musim-hujan-wonogiri
MENGGARAP SAWAH : Para petani menggarap sawah di area pasang surut Waduk Gajah Mungkur, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – Pada pancaroba atau pergantian musim ini, curah hujan di beberapa wilayah Kabupaten Wonogiri masih sedikit. Curah hujan di kabupaten tersebut diperkirakan baru akan meningkat secara signifikan pada dasarian (sepuluh hari) ke dua bulan November mendatang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengungkapkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan monitoring dan analisis curah hujan di Jawa Tengah sejak dasarian pertama Oktober lalu.

“Secara umum, sifat hujan di Jawa Tengah normal dan di atas normal. Tapi untuk Wonogiri curah hujannya masih sedikit. Belum signifikan atau kurang dari 100 mm,” katanya, Senin (12/10).

Hingga dasarian pertama Oktober ini, sebagian besar Wonogiri mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 31-60 hari. Di Kecamatan Purwantoro bahkan mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kriteria ekstrim atau lebih dari 60 hari.

Pada November mendatang, curah hujan di Kabupaten Wonogir diperkirakan semakin besar. Siklon La Nina akan berpengaruh pada perubahan cuaca tersebut.

Dia mengingatkan, pancaroba biasanya disertai dengan angin kencang. Salah satu kejadian angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang terjadi di Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, tepatnya di belakang Polres Wonogiri beberapa hari lalu.

Untuk mengurangi risiko bencana, pihaknya meminta masyarakat untuk memangkas pepohonan atau mengurangi beban pohon, terutama yang dekat dengan permukiman.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi sekitar rumah yang dekat dengan tebing. “Selama kemarau kemarin kemungkinan terjadi rekahan. Rekahan itu sebaiknya ditutup agar tidak dimasuki air hujan yang mengakibatkan rawan longsor,” pintanya. (ky)

Editor : Santo

Tinggalkan Pesan