Hendak Gabung Demonstrasi, Puluhan Pelajar Diamankan

0
unjuk-rasa-solo
BERUNJUK RASA : Ratusan mahasiswa berunjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja di depan Balai Kota Surakarta, Senin (12/10). (sms.com/ari)

SOLO, sms.com – Puluhan pelajar setingkat SMA/SMK diamankan aparat kepolisian di sekitar Balai Kota Surakarta, Senin (12/10/2020). Mereka ditengarai hendak bergabung dengan demonstrasi mahasiswa menolak pengesahan UU Cipta Kerja di lokasi tersebut.

“Kami amankan 73 orang yang berstatus pelajar. Mayoritas adalah pelajar SMA kelas 1 dan kelas 2,” ungkap Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Menurutnya, puluhan pelajar tersebut bukan bagian dari peserta demonstrasi.

“Kami sudah berkoordinasi efektif dengan korlap unjuk rasa. Selain mereka yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), mereka tidak mengizinkan kelompok lain untuk bergabug pada aksi unjuk rasa sore ini.”

Kapolresta mengklaim, aksi pengamanan puluhan pelajar tersebut dimaksudkan guna menjaga kondusivitas Kota Bengawan. “Sudah ada imbauan dari Kepala Dinas Pendidikan baik provinsi maupun Kota Surakarta, agar pelajar tidak ikut aksi ini,” kata dia.

Seluruh pelajar tersebut lantas dibawa aparat ke Mapolresta. “Nanti kami akan memanggil guru maupun orang tua, untuk menjemput anak-anak ini. Banyak dari mereka yang hanya menerima ajakan tanpa tahu maksud dan tujuannya,” beber Kapolresta.

Ade juga menyebut, polisi berhasil mengamankan 10 anggota kelompok yang menamakan dirinya anarko. Mereka diamankan di sekitar Benteng Vastenburg, tak jauh dari lokasi demonstrasi. Dari hasil penggeledahan tidak ditemukan senjata tajam. “Sementara ini hanya minuman keras (miras).”


Sementara itu unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja yang digelar ratusan mahasiswa berlangsung damai. Pendemo menyerukan penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, menuntut penerbitan Perppu, mengecam represivitas aparat kepolisian saat menangani unjuk rasa di berbagai kota, serta menjamin kesejahteraan buruh.


“Peserta aksi yang terdata ada 290 orang. Massa aksi yang ikut kali ini adalah massa dari masing-masing OKP,” tegas koordinator unjuk rasa Abdul Malik.

Ia mengaku, sudah mengantisipasi keterlibatan pengunjuk rasa dari luar OKP.

“Kami memberikan space kepada mahasiswa umum untuk bergabung. Kami hanya minta mereka menggunakan almamater. Selain itu ada tanda merah sebagai bentuk solidaritas,” terang Abdul. (ari)

Editor :Santo

Tinggalkan Pesan