Paslon Said-Iwan Pastikan Tak Menggelar Kampanye

0
pilkada-boyolali
BERBINCANG: Sesepuh PDI Perjuangan Boyolali, Seno Kusumoarjo berbincang dengan sejumlah tokoh masyarakat dalam silaturahmi di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. (sms.com/jm)

*Dialihkan Upaya Atasi Covid-19

BOYOLALI,sms.com – Meski pilkada serentak sudah semakin dekat, namun dipastikan tak ada kampanye di Boyolali. Tim sukses pasangan calon M Said Hidayat- Wahyu Irawan (Said- Iwan) tidak menggelar kampanye.

Hal itu ditegaskan sesepuh PDIP Boyolali, Seno Kusumoarjo seusai menghadiri silaturahmi tokoh masyarakat di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Rabu (14/10). Pertemuan juga dihadiri Said- Iwan yang merupakan pasangan calon tunggal Pilkada Boyolali serta Ketua DPRD, S Paryanto.

Baca : Gapensi Surakarta Arahkan Dukungan kepada Gibran-Teguh

Menurut Seno Kusumoarjo, pihaknya senantiasa mematuhi anjuran pemerintah serta WHO dengan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga pihakya sengaja tidak menggelar kampanye bagi pasangan calon yang diusungnya tersebut.

“Gak ada kampanye, nanti bisa- bisa malah memunculkan klaster baru,” katanya.

Hal itu terlihat sejumlah daerah saat pendaftaran pasangan bakal calon (balon) dalam pilkada serentak 9 Desember. Dimana pendaftaran balon yang diikuti rombongan secara berbondong- bondong justru memicu munculnya klaster baru Covid-19.

“Tapi Boyolali tertib. Pasangan bakal calon M Said- Hidayat- Wahyu Irawan yang mendaftar ke KPU hanya diiringi 12 orang saja. Itupun protokol kesehatan diperhatikan sungguh- sungguh sehingga aman.”  

Baca : Rektor UMS Biayai Seluruh Mahasiswa yang Terluka

Menurutnya, justru saat ini yang terpenting adalah upaya turut mengatasi pandemi Covid-19. Yaitu, dengan membangun kesadaran seluruh masyarakat akan pentingnya upaya mengatasi penularan Covid-19.

Masyarakat diajak untuk terus- menerus menerapkan gerakan 3M. Yaitu, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak. Bisa juga membasuh tangan menggunakan hand sanitizer.

“Nah, para tokoh masyarakat yang hadir disini berkewajiban  menyampaikan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga gerakan 3M ini membudaya di masyarakat. Saya yakin kalau langkah ini disadari masyarakat, maka pandemi Covid-19 semakin berkurang dan akhirnya hilang dari bumi pertiwi.”

Sementara itu, dari data Dinkes Boyolali, kasus konfirmasi Covid-19 hingga Rabu (14/10) tercatat sebanyak 959 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 orang masih dirawat, isolasi mandiri 63 orang, selesai isolasi 740 dan meninggal 37.

“Dari tanggal 10- 14 Oktober, pertambahan kasus sebanyak 14 orang,” ujar Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina. (jm)

Editor : Santo

Tinggalkan Pesan