Anak 5 Tahun Ke Atas Boleh Ke Tempat Publik

0
tstj-solo-wajib-bermasker
WAJIB BERMASKER : Pengunjung Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) diwajibkan memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. (sms.com/dok)

SOLO, sms.com – Pemkot Surakarta melonggarkan pembatasan aktivitas warganya ke tempat publik di Kota Solo, mulai Selasa (13/10/2020). Kini anak berusia lima tahun ke atas diizinkan mengakses area-area publik.

Pelonggaran itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/2386 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surakarta.

Pelonggaran itu merupakan kesekian kalinya. Sebelumnya Pemkot telah menurunkan batas usia warga untuk beraktivitas di tempat publik, dari 15 tahun menjadi 12 tahun pada bulan lalu.
Adapun ibu hamil dan orang lanjut usia (lansia) tetap dilarang memasuki pasar tradisional, toko modern, tempat hiburan, tempat wisata maupun taman bermain.

“Kuncinya sebenarnya hanya jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Kalau masyarakat bisa disiplin melakukan itu, sebenarnya potensi penularan Covid-19 bisa ditekan,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Surakarta ini menambahkan, pembatasan aktivitas warga tidak lagi efektif selama beberapa waktu terakhir.

“Dibatasi seperti apa juga sama saja. Lha wong sekarang penularan sudah antaranggota rumah tangga, antarkampung, antarwarga kok. Lagi pula mobilitas di Solo sekarang tidak lagi sebatas mobilitas warga saja. Warga luar kota sudah banyak yang ke sini. Lihat saja di hotel-hotel.”

Meski demikian Ahyani menekankan jika implementasi pelonggaran tersebut akan dievaluasi dua pekan mendatang. “Sambil menunggu hasil simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah,” tegasnya.

Pembatasan kegiatan masyarakat seperti hajatan, pertemuan, hingga kampanye Pilkada juga tetap diberlakukan. Direktur Utama (Dirut) Perumda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso meyakinkan, pelonggaran itu tidak mempengaruhi pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata tersebut.

“Protokol kesehatan dan konservasi tetap berjalan. Kami juga sudah pengeras suara maupun petugas, untuk mencegah kerumunan pengunjung. Jadi kami tetap mengawasi pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan terutama menjaga jarak,” tegasnya. (ari)

Editor : Santo

Tinggalkan Pesan