Elemen Masyarakat Sragen Deklarasi Dukung Kotak Kosong

0
sosialisasi-kotak-kosong-pilbup-sragen
COBLOS KOTAK KOSONG: Sejumlah aktifis perempuan melaakukan simulasi coblos kotak kosong, saat acara Deklarasi Kotak Kosong, yang digelar pada Rabu (14/10/2020). (sms.com/bas)


*Sosialisasi Kotak Kosong Untuk Lawan Yuni-Suroto

SRAGEN,sms.com – Sejumlah elemen masyarakat di Sragen menggelar deklarasi mendukung kotak kosong di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sragen 2020, Rabu (14/10/2020) sore.

Deklarasi dihadiri puluhan orang yang berasal dari para aktivis lembaga swadaya masyarakay (LSM), mantan kepala desa dan mantan perangkat desa. Deklarasi itu dilakukan sebagai manifestasi atas kegeraman mereka terhadap kegagalan partai politik yang ada di Sragen.

Mereka kecewa terhadap parpol, yang dianggap gagal menjaga marwah demokrasi karena membiarkan Pilbup Sragen, hanya menampilkan satu pasangan calon dan hanya melawan kotak kosong.

Deklarasi kotak kosong itu juga sebagai bagian dari mengedukasi masyarakat Sragen, bahwa memilih kotak kosong di surat suara sah, dibolehkan dan tidak melanggar hukum.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Deklarasi Coblos Kotak Kosong Pilbup Sragen, Jamaludin Hidayat saat ditemui.

Menurut Jamal, dari informasi yang beredar di masyarakat, memilih kotak kosong merupakan hal yang salah. Masyarakat bahkan seakan diintimidasi agar mereka menggunakan hak suaranya tertuju paslon tertentu dalam Pilbup 9 Desember mendatang. Jika memilih kotak kosong dianggap golput padahal itu adalah dua hal yang berbeda.

“Masyarakat jangan ditakut-takuti dengan mencoblos kotak kosong bakal bermasalah. Karena itu kami melakukan edukasi mendukung kotak kosong. Kami berswadaya. Personelnya para relawan,” kata Jamal.

Mereka akan mengedukasi dengan membentuk tim mulai tingkat kabupaten, kecamatan sampai ke desa.,” katanya.

Dalam gerakan itu, kelompok tersebut membentuk formatur. Ke depan akan menyusun program.

Tujuannya selain mengedukasi tentang sah coblos kotak kosong juga mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memperbolehkan relawannya masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat pemungutan suara. Relawan mereka akan mengawasi jalannya pemungutan suara, terutama jika muncul kecurangan.

Rus Utaryono salah satu inisiator deklarasi coblos kotak kosong, menyayangkan kontestasi politik di Pilbup Sragen. Sebab menurut dia, paslon Yuni-Suroto seakan-akan sudah dikondisikan supaya tak memiliki penantang. Hal itu dinilai membuat geram masyarakat karena tidak adanya pilihan.

“Masyarakat geram, sebab parpol tidak memberikan rekomendasi. Padahal ada kandidat penantang Yuni-Suroto. Ini fenomena baru di Sragen ada kotak kosong. Apakah terus berlangsung oligarki,” kata Rus, yang mantan anggota DPRD Kabupaten Sragen tersebut.

Menurut Rus, dari perbincangan di kalangan masyarakat Sragen, masyarakat belum banyak yang tahu kalau memilih kotak kosong itu juga dihitung.

Mereka juga mendesak KPU dan Bawaslu harusnya juga aktif menyosialisasikan tentang kotak kosong.

“Harusnya KPU dan Bawaslu aktif melakukan sosialisasi kalau kotak kosong itu sah, Jangan biarkan masyarakat tak tahu substansinya,” tandasnya.

Dalam acara itu juga dilakukan sablon kaos dukung kotak kosong, yang diminati oleh mereka yang hadir. Mereka membawa kaos polos mereka untuk disablon dengan desain yang sudah disediakan panitia. (bas)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan