Lama tidak Bersua, Para Alumni ASKI Bertekad Nguri-Nguri Budaya Jawa

0
alumni-ASKI-Kota-Surakarta
TABUH GAMELAN- Para pangrawit dari alumni ASKI Kota Surakarta, termasuk Puspo Wardoyo (mengenakan jaket dan berkacamata) menabuh gamelan mengiringi lagu-lagu langgam dalam acara temu kangen di Perumahan Quantan, Gonilan, Kartasura, Senin (12/10) malam. (sm.com/dokumentasi)

SOLO, sms.com– Sudah 40 tahun lebih para alumni Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Kota Surakarta angkatan 1979 tidak bertemu.

Momentum temu kangen pun akhirnya terwujud setelah beberapa tahun, koordinator Temu Kangen yakni Puspo Wardoyo mencari konco-konco lawas yang “hilang” entah pada dimana berada.

Keinginan pengusaha kuliner Puspo Wardoyo untuk mengumpulkan balung pisah, akhirnya terealisasi pada Senin (12/10) malam, di kediamannya di Perumahan Quantan Gonilan, Kartasura.

Pertemuan kali pertama sejak 40 tahun lebih berpisah itu selain ingin mengetahui kehidupan masing-masing, mereka juga bertekad untuk nguri-nguri budaya jawa.

”Saya telah bertahun-tahun mencari sahabat-sahabat saya yang dulu berprofesi sebagai pangrawit, maupun menekuni kesenian Jawa, saya merasa bahagia akhirnya bisa bertemu dengan kawan lama,” terang Puspo Wardoyo sembari duduk lesehan di atas tikar yang digelar di depan rumahnya.

Diantara para sahabat Puspo Wardoyo yang hadir dalam temu kangen diantaranya, GPH Poeger Pengageng Sasono Pustoko Kraton Kasunanan Surakarta dan para alumni ASKI angkatan tahun 1979 yang sekarang menjadi Institut Seni Indonesia Surakarta.

Begitu bertemu konco lawas, Puspo Wardoyo, owner Wong Solo Grup itu merasa senang karena teman-temannya sudah menjadi orang-orang hebat di bidang seni karawitan. Bahkan sudah banyak yang menjadi guru besar atau profesor.

“Sejak pindah dari ASKI ke UNS tahun 1982, saya sudah tidak pernah bertemu dengan teman-teman lama. Saya sempat jadi guru di Muntilan, Magelang sebelum merantau ke Medan hingga tahun 2002. Dalam kurun waktu yang cukup lama, kami baru bertemu dengan konco-konco lawas sekarang ini, senang rasanya, bisa mengenang masa lalu,” kata Puspo Wardoyo dalam suatu kesempatan berbincang dengan puluhan teman lama yang dulu sama-sama menimba ilmu di ASKI.

Suasana reuni berlangsung akrab dan syahdu karena dihibur para pengrawit handal dalam memainkan berbagai macam gamelan, guyon maton yang diperankan dua punakawan yakni gareng dan bagong serta ada pula yang menari gambyong dengan usia sudah 60 tahun lebih.

“Reuni ini spesial sekali, pengrawitnya teman teman lama, para penarinya juga teman teman yang usianya sudah kepala enam, suasana santai dan akrab,” tuturnya.

Yang spesial pula, sejumlah kerabat ikut hadir seperti Prof Dr Pande Made Guru Besar ISI, juga Gusti Puger yang ikut menyumbangkan langgam ‘Yen Ing Tawang Ono Lintang’.

”Dalam momentum ini, kami salut atas kepedulian teman lama kami yakni Puspo Wardoyo untuk nguri-nguri seni karawitan,” papar Sukamdi SKar, MHum selaku Dosen ISI.

Sukamdi berharap seni karawitan tetap lestari, mendapatkan tempat, dengan munculnya generasi penerus. (ris)

Editor : Santo

Tinggalkan Pesan