Kesal karena Praktik Buang Sampah Sembarangan, Warga Pandeyan Buat “Makam” di Pinggir Jalan

0
makam-pandeyan-ngemplak
MAKAM: Warga bergotong royong memasang makam di pinggir jalan dekat fly over Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak Boyolali yang jadi lokasi pembuangan sampah liar. (sms.com/jm)

BOYOLALI,sms.com – Kekesalan warga Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak terhadap pembuangan sampah liar mencapai puncaknya. Mereka pun memasang makam di lokasi pembuangan sampah tersebut di dekat fly over desa setempat.

Seperti laiknya makam, maka gundukan tanah tersebut juga dilengkapi dengan sebuah payung serta dua pathok kayu sebagai penanda. Warga yang dimotori kelompok Rukun Agawe Santoso Pecinta Alam (Raspala) Desa Pandeyan juga menebarkan bunga mawar di atas makam.

Keberadaan makam tersebut menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, tak sedikit yang mengunggah di media sosial (medsos). Disamping makam, juga terpasang spanduk peringatan berbunyi, ‘Jangan buang sampah di sini. Kemarin ada yang kesurupan’.

Menurut juru bicara Raspala Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Linggar Roalnda Sandra, pembuatan makam di lokasi pembuangan sampah liar itu sebagai bentuk keprihatinan masyarakat. Pasalnya, tumpukan sampah tersebut merusak pemandangan dan kebersihan sekitar.

“Juga menimbulkan bau busuk menyengat,” ujarnya, Minggu (18/10).

Dijelaskan, pembuatan makam merupakan ide anggota Raspala sendiri. Pasalnya, berbagai upaya sebelumnya tidak juga membuahkan hasil. Mulai dari pemasangan spanduk larangan hingga pemasangan CCTV, ternyata tak juga membuat pembuang sampah kapok. Para pembuangan sampah kebanyakan justru dari luar Desa Pandeyan.

Padahal, pihaknya pernah menangkap pembuang sampah yang terekam CCTV. Ternyata pembuangnya adalah seorang warga pemilik warung. Pembuangan sampah dilakukan pada pukul 04.00 saat kondisi sepi sehingga tak ada warga yang tahu.

“Hingga kemudian muncul ide untuk membuat tanda peringatan dengan makam itu.”

Sebelum makam dibuat, area di situ dibersihkan. Seluruh sampah yang menumpuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) dengan mobil pikap. “Kalau dibakar malah membuat para pembuang sampah senang. Dianggapnya, lokasi itu memang diperuntukkan bagi tempat pembuangan sampah.”

Pihaknya juga bakal mengusulkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Pandeyan agar menbuat perdes khusus yang mengatur tentang pembuangan sampah. Dimana warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan dikenai denda. Sebaliknya, warga yang menangkap basah pembuang sampah mendapatkan penghargaan. (jm)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan