Sebaran Apem Keong Mas Jadi Warisan Budaya

0
apem-keong-mas-boyolali
KIRAB: Gunugan apem keong mas dikirab sebelum disebarkan kepada warga dalam ritual sebaran apem kukus keong mas di kawasan wiata Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali. (sms.com/jm)

BOYOLALI,sms.com – Ritual sebaran apem kukus keong mas ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2020. Tradisi tersebut digelar rutin setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Budi Prasetyaningsih menjelaskan, penetapan tersebut berdasarkan hasil sidang Kemendikbud di Jakarta yang digelar secara daring pada Kamis (8/10/2020) lalu.

“Jadi sebaran apem kukus keong mas yang dilaksanakan setiap bulan Sapar itu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Jakarta,” ungkapnya, Senin (19/10/2020).

Dijelaskan, penetapan tersebut berdasarkan pada beberapa syarat yang harus dimiliki. Diantaranya, tradisi tersebut dilakukan setiap tahun, merupakan ciri khas daerah tersebut, serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini angin segar bagi investasi bidang wisata di Boyolali, apalagi sebelumnya tradisi Turonggo Seto Boyolali yang juga ditetapkan sebagai WBTb pada tahun 2016. Dengan demikian kedepannya tidak akan ada klaim sepihak atas budaya yang berasal dari Boyolali.”

Sebaran apem kukus keong mas ini identik dengan prosesi arak arakan apem keong mas dari Kantor Kecamatan Banyudono dan dibagikan di kawasan Masjid Ciptomulyo. Sehingga sudah menjadi ciri khas daerah Pengging dan sekitarnya, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Adapun tradisi Turonggo Seto adalah salah satu kesenian rakyat yang hidup dan tumbuh di daerah antara lereng Gunung Merbabu dan Merapi. Latar belakang kisah dalam kesenian ini, bercerita tentang pasukan berkuda Pangeran Diponegoro saat berperang melawan Belanda.

Setelah tradisi Sebaran Apem dan tradisi Turonggo Seto Boyolali ditetapkan sebagai WBTB, pihaknya sedang mendaftarkan beberapa tradisi di Kabupaten Boyolali agar bisa menjadi warisan serupa. Antara lain ritual Tungguk Tembakau di Kecamatan Selo.

Kemudian kriya tembaga di Tumang Kecamatan Cepogo dan pakaian pengantin khas Boyolali, Wahyu Merapi Pacul Goweng. “Usulan ini merupakan salah satu upaya melindungi dan melestarikan budaya dan tradisi di Boyolali.” (jm)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan