Serikat Pekerja Wonogiri Minta UMK Tidak Turun

0
umk-wonogiri
PABRIK KAYU : Para pekerja membuat kayu lapis di sebuah pabrik pengolahan kayu di Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Wonogiri berharap Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun depan tidak mengalami penurunan. Jika UMK diturunkan, daya beli dikhawatirkan akan menurun sehingga juga mempengaruhi perkembangan ekonomi.

Ketua SPSI Kabupaten Wonogiri Seswanto menerangkan, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini turun menjadi minus 5, sedangkan inflasi mencapai angka 3.

Apabila penghitungan UMK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) no 78/2015, maka UMK tahun 2021 mendatang bisa turun sebesar 2% dari UMK tahun 2020 ini. “UMK Wonogiri tahun ini sebesar Rp 1.797.000,” katanya, Senin (19/10).

Dia mengungkapkan, pertemuan tripartit antara Pemkab Wonogiri, serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wonogiri telah diadakan, beberapa pekan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati, bahwa UMK jangan sampai turun. “Kalau bisa ajeg, minimal sama dengan tahun ini. Itu sudah kesepakatan. Apindo juga oke,” ujarnya.

Dalam kondisi perekonomian yang sulit, UMK menurutnya jangan sampai turun. Pasalnya, penurunan UMK dikhawatirkan akan menurunkan daya beli yang selanjutnya berpengaruh pada perkembangan ekonomi. “Kalau UMK turun, efek dominonya ke daya beli yang menurun,” imbuhnya.

Jumlah UMK biasanya diputuskan akhir Oktober. Kemungkinan, PP no 78/2015 tahun depan tidak digunakan lagi sebagai dasar penghitungan UMK. “Tahun depan setelah PP berakhir, akan pakai survei lagi,” ujarnya. (ky)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan