Baznas Bantu Rp 5,87 Miliar Warga Miskin Karanganyar Senilai

0
Logo-Baznas
FOTO ILUSTRASI

*Konsentrasi Warga Miskin Baru Karena Covid-19

KARANGANYAR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar sudah menyalurkan dana zakat tahun ini sampai Rp 5,87 miliar khusus untuk warga miskin. Jika ditambah warga yang masuk kategori fakir sudah Rp 6,62 miliar. Warga fakir menerima Rp 1,75 miliar.

‘’Penerimanya juga sudah sesuai target Baznas yang mencangkan paling tidak sampai 60 persen untuk warga miskin dan fakir. Dan harus diakui dampak covid ini memang menjadikan warga miskin baru bermunculan sehingga Baznas juga mulai konsentrasi untuk warga miskin baru ini,’’ kata Iskandar Wakil Ketua Baznas bidang pentashorufan, Rabu.

Dia mengataklan ada 8.752 penerima dari warga miskin. Baik untuk kesehatan, pendidikan, beasiswa, dan lainnya. Sedangkan kelompok fakir ada 1.320 orang. Mereka memang lebih sering datang ke Baznas karena untuk mendapatkan bantuan t5idak perlu ribet atau menunggu tahun anggaran. Setelah disurvei sesuai kenyataan Baznas langsung menyalurkan dana.

Covid ini memang mengakibatkan banyak warga menjadi miskin. Baznas sendiri harus cepat tanggap untuk bergerak. Sebab uang Baznas ini uang umat sehingga tidak perlu lama dan proses berbelit untuk menyalurkannya meski juga harus hati-hati. Total dana yang sudah tersalur Rp 14,5 miliar.

Selain untuk warga miskin, dana juga disalurkan untuk menambah modal kerja bagi warga yang ingin berusaja. Ada sekitar 200 warga lebvih yang meminta dana ke Baznas untuk berusaha. Kebetulan tempat wisata danb keramaian sudah mulai dibuka sehingga mulai banyak yang mencoba peruntungan dengan membuka usaha, baik kuliner maupun cendera mata.

Mereka datang ke Baznas sekedar untuk meminta  bantuan modal. Rata-rata hanya sekitar Rp 1 juta atau Rp 1,5 juta tidak lebih. Justru mereka malah bingung kalau menerima modal banyak. Susah untuk menggunakannya.

Baznas sendiri tidak perlu berpikir panjang, jika memang untuk keperluan modal, dan melalui prosedur survei, maka bantuan bisa langsung disalurkan. Sudah Rp 380 jutaan untuk menambah modal itu.

Sedangkan yang lain meminta sumur dalam. Sudah sekitar 8 buah sumur dalam untuk warga dibangun. Sekarang masih ada 3 permohonan yang belum dipenuhi karena prosedurnya belum lengkap. Untuk bantuan sumur dalam, setiap sumur bisa untuk sekitar 125 keluarga yang tratasi.

Sementara itu Abdul Muid Wakil Ketua Bidang Keuangan menambahkan, target sebesar Rp 18 miliar sesuai target akan bisa tercapai. Saat ini sudah terkumpul Rp 16,5 miliar masih ada sekitar tiga bulan untuk menjadi lengkap Rp 18 miliar sesuai rencana.

‘’Belum lagi zakat dari tiap RT yang kita programkan setiap bulan minimal Rp 50.000 tiap RT. Jika ada 6.000-an RT di Karanganyar maka akan terkumpul dana zakat cukup besar. Karena itu pengumpulan cukup lancar. Meski covid ternyata minat dan niat untuk berzakat warga Karanganyar cukup tinggi.’’ (jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan