Demo Omnibus Law Bergeser Melengserkan Jokowi, Relawan Bakal Melawan

0
jokowi-lengser
FOTO DIRI : BRM Kusumo Putro, Deklarator Relawan JADI,

SOLO, sms.com– Warga Solo tentu tidak menghendaki kotanya kacau, rusuh yang mungkin tujuan tersebut akan dilakukan oleh sejumlah kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi ada kelompok penyusup yang ikut aksi demo menentang pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja terlebih dengan tujuan atau bermaksud hendak melengserkan Jokowi dari kursi Presiden dengan cara tidak konstitusional, hal itu akan mendapat perlawanan dari kelompok masyarakat yang cinta damai.

”Sebagai bentuk peringatan kepada kelompok-kelompok tertentu yang akan membuat kisruh di Kota Solo, kami dari para relawan Jokowi-Amin Daulat Indonesia (JADI) akan melakukan perlawanan. Kami sebagai warga Solo tidak terima apabila Kota Solo yang sekarang aman dan damai akan dibuat rusuh, anarkis dengan memanfaatkan aksi demo menentang pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang ujung-ujungnya ingin membuat kerusuhan di Kota Solo,” tegas BRM Kusumo Putro, Deklarator Relawan JADI, Kamis (22/10/2020).

Dia menambahkan, kalau nanti memang ada kelompok-kelompok yang menggelar demo besar di Kota Solo dengan isu Omnibus Law namun bergeser ke isu lain yakni ingin melengserkan Presiden RI, Jokowi, relawan JADI yang pertama kali akan melakukan perlawanan.

”Jika aksi demo menimbulkan kegaduhan, anarkis yang membuat kenyamanan dan kedamaian warga Solo terusik maka sudah saya siapkan kekuatan besar dimana sewaktu-waktu dapat digerakkan untuk menghadang serta melakukan perlawanan,” tandas tokoh muda berpengaruh serta punya basis massa hingga ribuan orang yang terdiri dari berbagai elemen atau ormas tersebut.

Menurutnya, salah satu momentum yang dimanfaatkan kelompok tidak bertanggung jawab yakni ‘”mendompleng” aksi demo menentang pengesahan UU Cipta Kerja.

Kusumo menegaskan, jika ada aksi demo yang berujung kerusuhan di Solo, maka relawan JADI akan pasang badan untuk melawan terhadap kelompok-kelompok yang sengaja membuat kerusuhan.

”Sebab masyarakat Kota Solo sudah bosan, sudah capek adanya kerusuhan seperti yang telah terjadi beberapa kali sebelumnya. Seluruh elemen masyarakat Kota Bengawan saya yakin menginginkan perdamaian dan kerukunan. Jika kerusuhan terulang, rakyat yang akan menjadi korban.

Dari Solo kami ajak seluruh anak bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terpecah belah dengan berbagai upaya provokasi,” urainya dalam mengakhiri pernyataannya untuk mewakili ribuan warga Solo yang tetap menghendaki kotanya tetap aman, nyaman, damai dan kondusif seperti sekarang ini. (ris)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan