Dinilai Berat Sebelah, Bawaslu Sukoharjo Digeruduk Pendukung EA

0
pendukung-ea-gruduk-bawaslu-sukoharjo

SUKOHARJO,sms.com – Suhu politik di Kabupaten Sukoharjo menjelang pilkada 9 Desember cenderung memanas. Ratusan pendukung pasangan Etik-Suryani-Agus Santosa (EA) menggeruduk kantor Bawaslu Sukoharjo, Kamis (22/10/2020).

Para pendukung EA tersebut menggelar aksi demo karena menilai Bawaslu tidak adil dan berat sebelah dalam menyikapi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi terkait Pilkada. Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Tim Pemenangan EA, Wawan Pribadi.

Menurut Wawan, kedatangan mereka akibat akumulasi kekecewaan terhadap Bawaslu dalam menyikapi pelanggaran yang terjadi. Khususnya pelanggaran yang dilakukan oleh tim dan pendukung pasangan nomor 2.

“Sebagai lembaga pengawas, seharusnya Bawaslu menegakkan aturan untuk semua pihak, baik pasangan EA maupun pasangan nomor 2. Tetapi yang terjadi Bawaslu hanya tegas untuk pelanggaran yang dilakukan oleh kubu EA, sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan no 2 ada kesan dibiarkan saja,” ujarnya.

Wawan mencontohkan soal Surat Tanpa Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye kubu no 2 yang dia nilai ugal-ugalan karena waktu yang tercantum 24 jam. Juga kampanye dengan arak-arakan di Kartasura yang juga dibiarkan dan tidak dibubarkan.
Belum lagi aksi “Bang Japar” yang mendatangi kecamatan, desa dan dinas-dinas dengan alasan ajakan untuk netral.

“Itu bentuk intimidasi karena mereka pihak ketiga dan tidak punya kewenangan. Kewenangan itu ada di Bawaslu, bukan yang lain,” imbuhnya.

Perwakilan lainnya, Jaka Wuryanta menambahkan, kalau mau melakukan hal yang sama, kubu EA sebenarnya bisa. Tetapi karena menjaga situasi tetap kondusif, maka kubu EA tidak melakukan.

“Namun demikian, tolong Bawaslu juga melakukan tindakan. Kalau kami yang melakukan kampanye, belum kering keringat yang kampanye sorenya sudah ada surat panggilan. Tetapi sebeliknya, kalau kubu sebelah, tidak ada tindakan,” tegas Jaka.

Perwakilan lainnya, Dahono menegaskan, kalau memang Bawaslu tidak mampu lebih baik mundur saja. “Bagaimana dengan laporan pembagian sembako yang dilakukan oleh calon sebelah. Bawaslu harus profesional kalau tidak bisa mundur saja,” ujar Dahono.

Sesuai Prosedur

Menanggapi hal itu Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan, apa yang disampaikan oleh tim pemenangan EA tersebut jadi bahan evaluasi dan koreksi Bawaslu, baik secara SDM maupun kelembagaan. Menurut Bambang, pihaknya pada prinsipnya berpegang pada aturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan tugas.

“Kami mengakui jika jajaran Bawaslu hingga tingkat desa bisa memiliki pemahaman yang berbeda terkait aturan. Untuk itu, masukan tersebut sangat membantu dalam membina dan mengarahkan jajaran Bawaslu agar memberikan perlakuan yang sama pada peserta Pilkada,” ujar Bambang.

Anggota Bawaslu, Achmad Muladi menambahkan, terkait pelanggaran yang dilaporkan, semua ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. Selama ini, ujarnya, Bawaslu berkomunikasi dengan pelapor apakah laporan yang masuk lanjut atau tidak.

Khusus untuk laporan pembagian sembako, pihaknya sudah koordinasi dengan Gakumdu untuk tahapan selanjutnya. “Rapat segera dilakukan menyikapi dari laporan dugaan pelanggaran tersebut,” tandasnya. (hs)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan