3.045 Perangkat Desa Wonogiri Sudah Ikut BPJAMSOSTEK

0
bpjamsostek-wonogiri
MENYERAHKAN SANTUNAN : Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris peserta BPJAMSOSTEK di Ruang Kahyangan Kompleks Setda Wonogiri, Kamis (22/10/2020). (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – Sebanyak 3.045 orang perangkat desa di Kabupaten Wonogiri sudah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Kepesertaan itu untuk menjamin hak-hak para perangkat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, pengabdian para perangkat daerah telah memberi kontribusi yang positif.

Adapun bentuk kerja sama yang dijalin antara Pemkab Wonogiri dengan BPJAMSOSTEK menjamin hak-hak setiap aparat pemerintahan, termasuk yang meninggal dunia di saat aktif menjabat.

“Dari 251 desa, ada 3.045 orang perangkat desa yang telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Itu menandakan aparat pemerintah dari berbagai tingkatan mendapat jaminan yang sama sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama bertugas,” katanya, Kamis (22/10/2020).

Dalam kesempatan itu, pihaknya bersama kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Surakarta Hasan Fahmi menyerahkan sepuluh Jaminan Kematian kepada ahli waris peserta BPJAMSOSTEK.

Para ahli waris menerima santunan sebesar Rp 42 juta dengan rincian Santunan Berkala Rp 12 juta, Biaya Pemakaman Rp 10 juta, dan Santunan Kematian Rp 20 juta. Mereka juga menerima saldo jaminan Hari Tua yang berbeda-beda setiap pesertanya.

Pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada ahli waris dan keluarga yang ditinggalkan. “Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Surakarta Hasan Fahmi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya para Almarhum yang merupakan para peserta BPJAMSOSTEK.

“Kami sadari, bahwa santunan yang kami berikan tentu tidak akan bisa menggantikan Almarhum. Tapi kami berharap dapat bermanfaat sebagaimana mestinya untuk ahli waris,” katanya.

Selama tahun 2020, BPJAMSOSTEK Cabang Utama SUrakarta telah membayarkan klaim kasus Jaminan Kematian sebanyak 417 kasus dengan total nilai Rp 16,1 miliar.

“Selain itu ada pembayaran klaim Jaminan kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 3.873 kasus dengan total nilai Rp 17,1 miliar, Jaminan Hari Tua
(JHT) sebanyak 35.002 kasus dengan total Rp 302,5 miliar
dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 864 kasus dengan total Rp 4,7 miliar,” katanya. (ky)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan