Berdamai dengan Pandemi, Tetap Beraktivitas dan Berkarya

0
empat-pilar-agustina-wilujeng
SOSIALISASI EMPAT PILAR: Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti berbicara di hadapan para peserta Empat Pilar Kebangsaan, yang digelar di Ndayu Park, Sragen, pada Kamis (22/10/2020). (sms.com/bas)

SRAGEN,sms.com – Sudah berjalan sekitar tujuh bulan, pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) belum juga usai dan belum bisa diprediksikan kapan akan selesai. Karena itu pilihan berdamai dengan pandemi, tetap bekerja dan berkarya meski hidup berdampingan dengan Covid 19, tetapi jangan sampai terkena menjadi pilihan yang realistis.

Apalagi nenek moyang kita sejak jaman dahulu sebenarnya sudah mengajarkan pola hidup bersih, sehat dan bahagia, sebagai salah satu upaya menangkal berbagai penyakit.

Saat ini kita sebenarnya hanya disuruh mengulang, pola hidup bersih, sehat dan bahagia yang senantiasa diajarkan dan ditanamkan sejak kecil oleh kakek nenek kita dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini diungkapkan anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti, saat acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Tokoh Masyarakat di Ndayu Park, Karangmalang, Sragen, pada Kamis (22/10/2020).

“Karena pandemi belum diketahui kapan akan berakhir, mari kita berdamai dengan Covid 19. Terapkan protokol kesehatan. Harus jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan. Tetapi kita tidak boleh berhenti berkarya,” kata Agustina.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan itu mengemukakan, sebetulnya dari jaman dahulu nenek moyang kita sudah tahu betul cara hidup yang sehat dan benar.

Misalnya saja disuruh rajin mencuci tangan, rajin berganti pakaian bila kotor. Juga mencuci dan menjemur sandal atau sepatu setidaknya seminggu sekali agar virus-virus yang ada mati.

Bahkan sampai meminum jamu untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta disuruh untuk hidup bahagia. Kebiasaan baik dan sehat itu selalu ditanamkan turun temurun.

“Kakek dan nenek kita sudah tahu betul cara hidup yang benar dan sehat. Rajin mencuci tangan, menjemur sepat, minum jamu dan disuruh hidup bahagia sudah diajarkan sejak dulu,” kata Agustina.

Ajaran Kakek Nenek

Karena sudah ada kebiasaan hidup yang benar dan sehat sejak itu, seharusnya tidak berat bagi kita untuk menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid 19. Sehingga kita memang harus tetap melakukan aktifitas dengan penyesuaian.

“Seharusnya juga tidak berat untuk menerapkan protokol kesehatan, karena kita hanya disuruh mengulang apa yang sudah diajarkan kakek nenek dahulu,” tandasnya.

Acara bertema “Penataan Sistem Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Berdasarkan Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum Negara”, tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Peserta maksimal diterapkan social distancing, semua peserta harus memakai masker dan mencuci tangan dengan handsanitizer dan dilakukan pengecekan suhu badan terlebih dahulu.

Tidak lupa, Agustian berpesan kepada para tokoh masyarakat yang hadir untuk membantu menangkal hoax atau meluruskan informasi yang salah, yang saat ini banyak beredar di media sosial.

“Pemuka agama, tokoh masyarakat selain punya peranan penting dalam menangkal hoax dan meluruskan informasi, juga bisa memberikan keteduhan,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV (Kabupaten Sragen, Karanganyar, Wonogiri) tersebut. (bas)

Tinggalkan Pesan