Pandemi Covid-19 Rontokkan 6,5 Juta Pelaku Pariwisata

0
wisata-agustina-wilujeng
BERI SAMBUTAN: Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan sambutan dan membuka Bintek terkait promosi pariwisata yang diikuti para milenial dari Kabupaten Sagen, yang digelar Kemenparekraf di Solo pada Jumat (23/10/2020). (sms.com/bas)

SOLO,sms.com – Cepat lambatnya pemulihan sektor pariwisata di Indonesia bergantung dari ketersediaan vaksin Covid 19. Semakin cepat vaksin itu ada, akan semakin cepat untuk menggairahkan lagi sektor wisata yang terpuruk akibat pandemi Covid 19. Setidaknya 6,5 juta dari 13 juta juta pelaku pariwisata di Indonesia terpukul sebagai dampak pandemi Covid 19. Untuk destinasi-destinasi wisata tertentu yang wisatawannya berasal dari Tiongkok, keterpukulan yang terjadi sudah mulai pada Maret lalu.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal mengucurkan dana hibah sebesar Rp 3,3 triliun untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. Anggaran itu akan diberikan kepada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten untuk usaha dan industri yang menunjang pariwisata. Saat ini menurut Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan, distribusi dana tersebut sedang dilakukan.

“Dunia pariwisata memang sangat terpukul akibat dampak pandemi Covid 19 dan butuh waktu bertahap untuk memulihkannya kembali. Cepat lambatnya pemulihan dunia pariwisata juga tergantung keberadaan caksin Covid 19. Semakin cepat vaksin itu tersedia, semakin cepat pemulihan yang bisa dilakukan,” tutur Alexander disela-sela acara Bimbingan Teknis Wisata Alam, Budaya dan Buatan Dengan Penerapan Protokol CHSE Pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Solo pada Jumat (23/10/2020).

Kegiatan Bintek yang diikuti oleh 50 rang generasi milenial dari Kabupaten Sragen itu dibuka Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti.

Di Kemenparekraf sendiri, hingga Desember tahun ini waktunya masih untuk memulihkan wisata nusantara. Lalu mulai Januari tahun depan mulai dibuka untuk wisata tingkat Asia Tenggara, seperti wisatawan Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya jika memang boleh. “Lalu mulai pertengahan 2021 dibuka yang lebih luas lagi. Memang harus bertahap,” tandasnya.

Sementara Agustina Wilujeng menyampaikan, dengan kegiatan bintek yang diikuti para generasi milenial itu diharapkan agar mereka bisa memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mempromosikan pariwisata yang ada di daerah mereka. Dunia pariwisata memang rontok akibat pandemi Covid 19. Indonesia harus terus melakukan promosi pariwisata karena bila tidak, nanti ruang-ruang itu akan diisi oleh negara-negara lain.

Promosi pariwisata juga tidak hanya dilakukan di tingkat nasional saja tetapi juga tingkatan yang lebih kecil. Karena itu bintek yang mengundang para milenial itu agar mereka bisa membantu mempromosikan potensi wisata di daerah.

“Mereka harus melakukan promosi pariwisata daeraah masing-masing. Mereka bisa mengunggah di sosial media masing-masing dan lainnya, sehingga dunia bisa melihat potensi wisata yang ada dan kemudian tertarik untuk datang, misalnya yang ada di Sragen,” kata anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan selama dua hari mulai Jumat (23/10) dan Sabtu (24/10) itu adalah Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi, Pemimpin Redaksi Wawasan Muhammad Aulia Assyahidin dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng Teguh Hadi Prayitno. (bas)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan