Pemkab Klaten Pastikan Tempat Layanan Publik Bebas Covid-19

0
penyemprotan-desinfektan-klaten
STERILISASI : Petugas melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan virus Covid-19. (sms.com/mer)

*Lakukan Screening Personel Dinas Pendidikan

KLATEN,sms.com – Pemkab Klaten terus berupaya memastikan agar semua tempat pelayanan publik bebas covid-19. Hal itu untuk mencegah agar masyarakat yang memanfaatkan layanan publik tidak terpapar virus virus berbahaya itu dan mencegah penularan. Salah satunya dilakukan di Dinas Pendidikan dan Puskesmas.

Hal itu diungkapkan Pjs Bupati Klaten Sudjarwanto Dwiatmoko menyusul wafatnya Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Drs Lasa MPd yang meninggal dunia akibat covid-19, Jumat (23/10) dan adanya 11 tenaga kesehatan yang positif covid-19.

‘’Pak Lasa harus meninggalkan kita dan terkonfirmasi covid-19, semoga beliau husnul khotimah. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan harus tetap jalan. Lingkungan kerja ditracing, hari ini (Senin (26/10) kawan-kawan di Disdik yang punya riwayat kontak erat dilakukan swab,’’ kata Sudjarwanto kepada wartawan usai menghadiri sidang di DPRD Klaten, Senin (26/10/2020).

Dia menegaskan, meski ada kasus tersebut, namun pelayanan di Dinas Pendidikan harus tetap berjalan. Untuk mencegah penularan, telah dilakukan sterilisasi di semua ruangan Dinas Pendidikan untuk mencegah penularan, terutama di ruangan kabid SMP. Karyawan yang punya kontak erat akan menjalani isolasi mandiri.

‘’Untuk memaksimalkan pencegahan penularan, diharapkan semua personel Disdik dilakukan swab. Upaya tersebut, selain untuk mencegah penularan juga untuk melindungi masyarakat yang memanfaatkan layanan di Dinas Pendidikan,’’ tegas Pjs Bupati.

Hasil screening

Sementara itu, Pemkab Klaten juga terus melakukan screening kepada tenaga kesehatan di Puskesmas dan RS yang ada di Klaten secara berkala untuk melindungi masyarakat agar tidak tertular virus covid-19, terutama pada orang tanpa gejalan (OTG). Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir bila membutuhkan layanan kesehatan di Puskesmas maupun RS.

Dari hasil screening dalam beberapa hari terakhir, didapati ada 11 tenaga kesehatan yang positif terpapar Covid-19, termasuk 4 orang di Puskesmas Jambukulon, Ceper, sehingga untuk sementara pelayanan dipindahkan ke Puskesmas terdekat sambil dilakukan tracing.

pjs-bupati-klaten
FOTO DIRI : Pjs Bupati Klaten Soedjarwanto Dwiatmoko


‘’Untuk tenaga kesehatan, telah dilakukan tes berkala karena mereka lah yang paling berisiko tertular covid-19. Kemarin ada 11 yang terkonfirmasi positif covid-19, sehingga diliburkan sementara dan dialihkan ke Puskesmas yang lain,’’ kata Sudjarwanto Dwi Atmoko.

Dia menegaskan, screening berkala sengaja dilakukan untuk melindungi masyarakat agar tidak tertular, karena bila ada tenaga kesehatan yang terpapar virus namun tanpa gejala, maka kemungkinan bisa menularkan kepada pasien.

‘’Di tempat layanan kesehatan, akan selalu diusahakan agar semua petugasnya bebas Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu takut datang ke pusat layanan kesehatan. Kalau tidak diumumkan ada nakes yang covid-19, berarti memang tidak ada apa-apa,’’ ujar dia. (mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan