Sekolah PRESIDEN Menggelar POMG Terpadu, Dzikir, dan Istighosah Secara Virtual

0
sdit-insan-cendikia

BOYOLALI,sms.com – Sekolah PRESIDEN (Prestatif-Islami-Disiplin-Enjoy), sebutan SDIT Insan Cendekia (SDIT IC) Boyolali, menggelar Pertemuan Orang tua Murid dan Guru (POMG) Terpadu, Dzikir, dan istighosah secara virtual. Dzikir dan Istighosah secara virtual yang pertama kali diselenggarakan di SDIT IC ini disiarkan secara langsung melalui zoom dan youtube pada, Sabtu (24/10/2020).

Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pertemuan Orang tua Murid dan Guru (POMG) Terpadu yang biasa dilaksanakan di pertengahan semester dan akhir semester ditandai dengan penyerahan hasil belajar siswa.

Penyerahan hasil belajar siswa di semester ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Penyerahan hasil belajar siswa yang biasanya dilaporkan berupa rapor sisipan, tetapi pada kesempatan ini orang tua murid menerima hasil murni Penilaian Tengah Semester pertama (PTS 1).

“Pada kesempatan yang baik ini kita akan menyampaikan tentang refleksi belajar dan juga melakukan istighotsah (doa bersama). Kenapa kita lakukan? Kita lakukan bahwa sampai saat ini seperti sebagaimana kita ketahui, pandemik masih berlangsung dan kita tidak tahu sampai kapan pandemik ini akan terus berlangsung?” kata Ustadz Badrus, panggilan akrab Badrus Zaman, Kepala sekolah SDIT IC, dalam sambutannya.

Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua murid dan semua asatidz (guru) di SDIT IC. Semua orang tua wali murid mengikuti secara virtual, sedangkan para asatidz sebagian mengikuti secara luring di ruang poadcast SDIT IC dan sebagian yang lain mengikuti secara daring di masjid kampus 1 SDIT IC.

Menurut Badrus, dalam tausiahnya, ada beberapa hal yang perlu disampaikan agar dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak memberikan efek yang buruk pada murid.

Pertama, murid perlu diberikan pemahaman atau ilmu tentang kebenaran. Hal ini, agar para murid dapat membeda yang haq (benar) dan bathil (tidak benar) sehingga tidak terjebak yang hoaks (berita bohong). Dengan bekal ini mereka akan mampu membedakan mana yang mesti diakses maupun tidak perlu diakses dan membedakan mana yang positif dan mana yang negatif.

Kedua, murid perlu memiliki orientasi kebenaran dan kebaikan. Setelah memiliki pemahaman, kita tidak cukup sekedar memberikan bekal kognitif tapi juga murid perlu memiliki sikap (afektif) dan psikomotorik. Semua orientasinya untuk kebenaran dan beribadah kepada Allah.

Ketiga, murid perlu dibangun keterampilannya, bukan memberikan ketakutan. Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tidak mungkin dihindari. Kemajuan teknologi saat ini berkembang secara per detik. Sesuatu yang baru pasti akan terjadi.

Orang yang tidak melakukan inovasi atau perubahan, maka orang tersebut akan terkikis. Kalau kita banyak memberikan ketakutan, maka yang terjadi adalah anak tidak optimis atau anak menjadi pesimis. Yang terbayang-bayang adalah ketakutan.

Keempat, murid perlu disiapkan kompetensi dan potensinya pra interaksi dengan Informasi Teknologi (IT). Diantaranya tentang tim management, safe control, critical thinking, problem solving, dan decision making. Sehingga anak memiliki kontrol diri yang baik. Dengan demikian kita sebagai guru dan orang tua tidak perlu khawatir lagi.

Setelah agenda tausiah dilanjutkan dengan dzikir dan istighosah secara khidmat. Dalam sesi dzikir dan istighosah yang berlangsung kurang lebih tiga puluh menit tersebut dipimpin oleh Ustadz Fajar Wahyu Dana. Panduan dzikir dan istighosah sebelumya telah di share di grup WhatsApp sekolah.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian hasil belajar siswa. Penyerahan hasil PTS 1 dilakukan secara serentak dari guru kelas 1 sampai guru kelas 6. Hasil tersebut dikirim melalui WhatsApp orang tua atau wali murid secara pribadi berupa file. (rls)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan