Masyarakat Jateng Kompak, Tolak Aksi Anarkis

0
FOTO ILUSTRASI

SEMARANG, sms.com- Upaya dan kerja keras untuk menciptakan wilayah Jateng tetap aman kondusif terus dilakukan di tengah aksi atau demo menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja.

Sehubungan aksi demo juga terjadi di wilayah Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengajak seluruh komponen untuk mendeklarasikan cinta damai dan menolak segala bentuk aksi anarkis.

Inisiasi Petinggi Polda Jateng itu rupanya punya pengaruh di masyarakat, terbukti pada Senin (26/10), masyarakat Semarang dan Jateng menyatakan sikap serupa yaitu menolak aksi demo anarkis.

Pernyataan masyarakat Semarang dan Jateng tersebut menyikapi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang terjadi di beberapa wilayah di Jateng. Dimana dalam aksi demo itu diduga disusupi oleh provokator yang tidak bertanggung jawab yang membuat aksi unjuk rasa menjadi anarkis  dan berakibat rusaknya fasilitas umum.
Kondisi ini difasilitasi dengan mudahnya mengakses media sosial.

Menyikapi hal itu, Kapolda Jateng menegaskan apabila masyarakat daya tangkal terhadap berbagai provokasi rendah, maka akan mudah digerakkan dalam aksi yang merugikan masyarakat sendiri.

“Kalo masyarakat daya tangkalnya rendah nanti akan mudah terprovokasi dan mudah digerakkan dalam aksi massa yang berujung anarkis dan merugikan,” tegas Jenderal Bintang Dua itu.

Oleh karena itu, Polda Jateng mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi dalam bermedia sosial yang bijak untuk meningkatkan ketahanan sosial dan mewujudkan daya tangkal terhadap konflik sosial.

“Mari kita buka kanal-kanal komuniaksi untuk mempermudah masyarakat melakukan klarifikasi,” imbau Kapolda.

Begitu pula Kapolda Jateng menganggap penting untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Sebab edukasi tentang protokol kesehatan cukup penting dan memberi teguran yang terukur apabila terjadi pelanggaran.

”Dengan edukasi tersebut, kami berharap penyebaran Covid-19 dapat dicegah dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan giat-giat kampung siaga yang telah terbentuk di seluruh Jawa Tengah,” terang Perwira Tinggi Polri itu.

Adapun Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut deklarasi dan sikap masyarakat ini sebagai cara Jawa Tengah meyelesaikan persoalan.

“Deklarasi dan sikap masyarakat ini adalah bagian dari cara Jawa Tengah untuk menyelesaikan persoalan, dari kepolisian kita juga sudah sepakat untuk memperbaiki diri tapi juga tidak mungkin jika tidak dibantu masyarakat maka dengan tidak ada yang saling mancing, dengan begitu aksi berjalan damai,” urai Orang Pertama di Pemprov Jateng tersebut, Senin (19/10/2020). (ris)

Tinggalkan Pesan