Pengusaha Kecil Pinggiran Perlu Pendampingan Mengurus Izin

0
Pelaku-Usaha-Wonogiri
PERIZINAN ONLINE : Sejumlah pelaku usaha kecil Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri belajar mengurus perizinan secara online, baru-baru ini. (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – Masih banyak pengusaha kecil dan mikro di pedesaan atau daerah terpencil yang belum mengurus perizinan. Padahal, mengurus beberapa jenis perizinan sebenarnya mudah dan bisa dilakukan melalui online.

Oleh karenanya, International Council for Small Business (ICSB) Koordinator Daerah Wonogiri mengadakan pembinaan pelaku usaha di Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, pekan lalu.

“Kami melakukan pembinaan perizinan seperti Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Nomor Induk Berusaha (NIB), Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sosialisasi kebersihan proses produksi,” kata Koordinator ICSB Wonogiri, Ratna Puspitasari, Selasa (27/10//2020).

Dia mengungkapkan, proses mengurus izin ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Masyarakat pedesaan atau pinggiran tetap mudah mengurus izin melalui online.

Mereka bisa mengurus sejumlah izin usaha melalui website oss.go.id. “Hanya 15 menit sudah jadi. Cukup dengan email, KTP, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kalau ada. Tidak harus punya NPWP untuk mempermudah perizinan,” terangnya.

Pembinaan itu diikuti kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kartini Grape Kampung KB Ngroto Asri, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro.

Dari delapan kelompok usaha yang ada, ternyata baru satu orang yang telah mengantongi perizinan. Hal tersebut menunjukkan, bahwa pengusaha kecil di daerah pinggiran belum banyak yang mengetahui pengurusan perizinan secara online. Adapun kendala yang dihadapi biasanya berupa ketiadaan jaringan internet.

“Itu membuat produk-produk mereka sulit untuk masuk ke pertokoan modern,” imbuhnya.

Para anggota UPPKS Kartini Grape Kampung KB Ngroto Asri mempunyai berbagai macam produk. Antara lain memproduksi saus sambal botol yang merupakan hasil binaan Bank Indonesia (BI), keripik talas, keripik tempe, opak, sarmier, stik buah naga, toko kelontong, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga berkunjung ke kebun anggur yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Embung Watu Gede, Desa Ngroto. (ky)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan