Kembali Buka, Bupati Klaten Minta Pengelola Wisata Air Tertib

0
wisata-klaten
FOTO DIRI : Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko. (sms.com/mer)

*Yang Melanggar Akan Ditutup

KLATEN,sms.com – Pemkab Klaten telah mengijinkan obyek wisata air dibuka kembali, usai tutup sejak pandemi covid-9 melanda wilayah Klaten. Namun Pemkab Klaten akan mengawasi pengelolaannya, bila pengelola tidak tertib dalam menerapkan aturan sesuai protokol kesehatan maka obyek wisata air tersebut terancam ditutup.

Hal itu ditegaskan Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko kepada wartawan menanggapi terbitnya Surat Edara Bupati Klaten nomor : 443.1/629/13 tentang Pembukaan Wisata Tirta pada Masa Pendemi Covid-19 di Kabupaten Klaten. Tujuannya untuk menghidupkan pariwisata dan perekonomian warga.

Surat yang ditandatangai Pjs Bupati tertanggal 26 Oktober 2020 itu sudah disosialisasikan kepada pengelola kolam renang, waterboom, pemandian air hangat, umbul, arung jeram, tubing dan sejenisnya. Ada pembatasan jumlah pengunjung mulai

20 persen hingga maksimal 50 persen.

‘’Kami melihat pariwisata alam sudah banyak dibuka sedangkan pariwisata air baru kami coba untuk dibuka secara terbatas pada liburan panjang ini. Syaratnya, pengelola wisata air harus menerapkan protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin. Jika tidak maka konsekuensinya yaitu penutupan wisata air itu sendiri,’’ tegas Sujarwanto.

Untuk kapasitas maksimal sebuah wisata air yakni 25 persen sampai 50 persen, itu sudah paling banyak. Langkah tersebut digunakan sebagai pemanasan untuk pembukaan wisata air secara total pada Desember mendatang. Ketika pembukaan wisata air dilaksanakan, semuanya tetap harus berpegang teguh pada protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19.

‘’Prinsipnya begini, kita menghadapi realita dimana pandemi covid harus kita hadapi sampai selesai. Hal itu membutuhkan sikap dan semangat kebersamaan dalam mencegah covid-19. Tetapi disisi lain, kita juga harus memenuhi kebutuhan hidup salah satunya yaitu faktor ekonomi bidang pariwisata,’’ ujar Pjs Bupati.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Sri Nugroho menambahkan, wisata air telah dibuka namun secara bertahap dengan jumlah pengunjung 20 persen sampai dengan maksimal 50 persen dari kapasitas pengunjung.
‘’Yang harus diingat oleh semua pengelola, protokol kesehatan wajib ditaati, termasuk jarak tempat duduk. Pengunjung tak hanya dibatasi, tapi ada jeda waktu 1 jam bergantian dengan pengunjung lain. Untuk mempermudah jeda pengunjung akan ditandai pita warna merah untuk berikutnya warna putih dan seterusnya. Petugas pengawas agar selalu kontrol,’’ tegas Sri Nugroho.
Diharapkan, pembukaan wisata air di Kabupaten Klaten akan dapat kembali menggairahkan pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitarnya. Sebelumnya, Pemkab Klaten juga telah mengijinkan pembukaan wisata alam dengan penerapan protokol kesehatan. Pemkab Klaten akan melakukan pengawasan ketat, agar obyek wisata tidak menjadi kluster baru. (mer)

Editor : Ristanto

Tinggalkan Pesan