Libur Panjang, Pjs Bupati Pantau Operasional Wisata Tirta

0

KLATEN,sms.com – Libur panjang cuti bersama dimanfaatkan, Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko melakukan pemantauan ke sejumlah obyek wisata tirta di Klaten, Jumat (30/10). Dia ingin mengecek pelaksanaan protokol kesehatan yang diterapkan pengelola wisata air untuk mengantisipasi penularan covid-19.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten. Obyek wisata yang dibuka kembali sejak Kamis (29/10) itu tampak cukup banyak pengunjung, meski terhitung jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi melanda.
”Saya ingin tahu apakah pengelola benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan atau belum. Tampaknya di Umbul Susuhan sudah bagus, pengunjung dibatasi hanya sepertiga saja dan bergantian,” kata Sujarwanto.
Dia didampingi Sekda Jaka Sawaldi dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Sri Nugroho. Tampak Kepala Dinas Kesehatan Cahyono Widodo serta aparat Kepolisian dan TNI ikut kegiatan tersebut. 
Direktur BUMDes Affan Fauzan Pahlawi dan Kades Manjungan Dunung Nugraha mengungkapkan, mereka menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Dinas kesehatan. Pengunjung harus cuci tangan, cek suhu dan mengisi form dari Dinas Kesehatan. Tempat duduk jaga jarak dan wajib pakai masker, kecuali bagi yang berenang dan makan.
”Kapasitan Umbul Susuhan sekitar 2000 orang, namun kami batasi hanya 500 maksimal 800 orang. Itu pun bergantian, dalam satu waktu maksimal hanya 150-200 orang yang di dalam. Sebelum dibuka, kami sudah melakukan simulasi beberapa hari, namun tutup lagi dan baru buka Kamis (29/10),” ujar Affan.

Umbul Susuhan tutup sejak Klaten dinyatakan KLB Covid-19 tepatnya sejak 18 Maret 2020. Di musim ramai sebelum wabah, pasukan bisa mencapai Rp 15 juta. ”Semoga, perlahan-lahan kondisi bisa membaik dan Umb Susuhan bisa ramai dikunjungi lagi,” ujar Kades Dunung.
Setelah melihat-lihat dan berbincang dengan para pengunjung, Pjs Bupati Sujarwanto meminta agar pengelola dan pengunjung tertib, agar tidak ada penularan cocid-19 di obyek wisata  Bila diketahui tidak tertib maka obyek wisata akan ditutup.
”Biasanya, pengunjung datang langsung nyemplung. Saya sarankan, sebelum nyemplung berenang, mereka mandi dulu jadi masuk kolam dalam kondisi bersih. Hal ini akan memperkecil terjadinya penularan. Semoga saja, semua tertib, agar pariwisata air kembali bergairah,” kata dia.
Setelah mengunjungi Umbul Susuhan, rombongan meninjau Umbul Pelem dan Pancingan 100, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, lalu ke Umbul Temanten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, kemudian ke kolam renang Kamandanu, Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo dan terakhir ke Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Tinggalkan Pesan