Baru Buka Sehari, Perpustakaan Karanganyar Tutup Lagi

0
perpustakaan-karanganyar
TUTUP LAGI : Layanan Perpustakaan Umum Karanganyar ditutup per 3 November, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Senin (2/11/2020). (sms.com/din)

KARANGANYAR, sms.com – Layanan Perpustakaan Umum Karanganyar ditutup lagi, menyusul adanya salah satu karyawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Karanganyar (Disarpus) yang positif Covid-19.

Padahal, layanan perpustakaan baru dibuka sehari pada Senin (2/11), setelah tutup selama hampir delapan bulan sejak awal masa pandemi di bulan Maret hingga Oktober.

Pengumuman tentang penutupan layanan perpustakaan, terlihat ditempel di beberapa sudut gedung, Senin (2/11). Pengumuman itu ditandatangani Kepala Disarpus Sugeng Raharto.

Tulisannya “Pengumuman : berdasarkan perkembangan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar, maka layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Karanganyar mulai 3 November 2020 TUTUP sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian”.

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, ada satu pegawai Disarpus yang sakit dan dirawat di rumah sakit sejak beberapa waktu lalu.

“Hasil tes swab pegawai ini, dinyatakan positif. Untuk mengantisipasi penyebaran, maka diambil kebijakan, layanan perpustakaan ditutup. Namun untuk operasional kantor Disarpus tetap berjalan seperti biasa,” kata pria yang juga Bupati Karanganyar ini.

Dikatakannya, penutupan layanan perpustakaan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Ya, standarnya 14 hari. Tapi nanti lihat situasi. Jika hasil tes swab pegawai tadi dinyatakan negatif, ya layanan perpustakaan akan dibuka lagi,” jelasnya.

Kepala Disarpus Sugeng Raharto mengakui, ada salah satu pegawai yang positif Covid-19 dan sekarang dirawat di rumah sakit.

“Karena perkembangan situasi, layanan perpustakaan ditutup lagi. Padahal, kami baru buka sehari ini, setelah tutup sejak awal masa pandemi,” tuturnya.

Dikatakannya, layanan perpustakaan dibuka pada Senin (2/11), karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang disampaikan melalui akun sosial media Disarpus, maupun langsung disampaikan ke Bupati Juliyatmono.

“Saya izin ke Bupati, apakah layanan perpustakaan sudah bisa dibuka, mengingat banyaknya permintaan masyarakat? Akhirnya diizinkan. Tapi ternyata, terjadi perkembangan situasi di luar dugaan, sehingga layanan ditutup lagi per 3 November,” jelasnya.

Terkait pegawai yang positif Covid-19, Sugeng mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memeriksa kesehatan pegawai Disarpus lain. “Kami minta dilakukan pengecekan, termasuk kemungkinan tes swab bagi pegawai Disarpus,” imbuhnya. (din)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan