Sindikat Upal Dibekuk Jajaran Satreskrim Polres Boyolali

0
upal-polres-boyolali
BARANG BUKTI: Polisi menunjukkan barang bukti lembaran upal pecahan Rp 100.000. (sms.com/jm)

BOYOLALI,sms.com – Jajaran Satreskrim Polres Boyolali berhasil mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu (upal). Selain menangkap empat tersangka, sekaligus juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Keempat tersangka adalah, Muhammad Amin alias Ateng (29) alamat Dukuh Tegaljeruk, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo; Suparno alias Capung (39) alamat Dukuh/Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Kemudian Naim Baskoro (43) alamat Dukuh Mrisen, Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Klaten serta Endar Wati (41). Endar tak lain adalah istri Naim Baskoro. Keduanya membuat upal di rumahnya dengan cara fotokopi uang asli menggunakan printer.

Menurut Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani tersangka kini ditahan di ruang tahanan Mapolres setempat untuk penyidikan lebih lanjut. Para tersangka dikenai pasal 36 ayat 3 sub ayat 2 dan ayat 1 UU RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau pasal 244 dan 245 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda Rp 50 miliar,” katanya dalam rilis, Senin (2/11).

Adapun penangkapan tersangka bermula dari laporan seorang warga di Kecamatan Mojosongo. Dia dirugikan lantaran menerima pembayaran uang palsu. Dari laporan, petugas berhasil membekuk Ateng. Dari keterangan Ateng inilah, tiga tersangka lain akhirnya juga diamankan.

“Ateng mendapatkan upal dari tersangka Suparno alias Capung. Dan Suparno mendapatkannya dari Naim Baskoro. Ketiga tersangka ini adalah residivis kasus curat.”

Polisi juga mengamankan barang bukti antara lain, 98 lembar upal pecahan Rp 100.000, satu buah printer merek Canon G 2010, sisa kertas hasil cetak upal. Kemudian buku tabungan, satu buah gunting serta alat pengasar.

Tersangka Naim Baskoro mengaku sudah mencetak uang palsu sebanyak 150 lembar yang dijual Rp 1.250.000 untuk setiap 50 lembar upal. Dia nekat mencetak upal karena terdesak kebutuhan ekonomi.

“Pembuatan uang ini hasil dari belajar sendiri,” katanya sembari menundukkan kepala. (jm)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan