UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

0
guru-besar-uns-november-2020

SOLO,sms.comUniversitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta pada, Selasa (3/11/2020) mengukuhkan tiga guru besar.  Pengukuhan tersebut merupakan kali pertama dilakukan  UNS sejak berstatus sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH) yang ditetapkan  berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2020 tanggal 6 Oktober 2020.

Ketiga guru besar tersebut yaitu Prof Dr Budhi Haryanto MM yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof Dr Ir Bambang Suhardi, ST, MT, IPM, ASEAN Eng yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Teknik Industri dan Prof Dr Ir Retno Rosariastuti MSi yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Bioremediasi Tanah Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho dalam sambutannya dalam sidang senat terbuka yang digelar secara daring dan offline tersebut mengemukakan,  saat ini kehadiran sejawat Guru Besar sangat dibutuhkan untuk menunjukan peta jalan dan fleksibilitas model pengembangan UNS sebagai PTNBH.  Rektor berharap eksplorasi yang dimiliki oleh para Guru Besar UNS bisa menemukan jalan yang terbaik menuju cita-cita luhurnya menjadi perguruan tinggi yang bereputasi dunia. 

Baca : Peneliti UNS Kembangkan Limbah Cangkang Sawit Jadi Pemanas Aspal Hotmix

“Bahwa kunci survive itu bukan yang paling kuat atau paling cerdas, tapi yang paling adaptif. Hidup di tengah era perubahan, yang kita butuhkan adalah “orang dewasa” yang memiliki kemampuan berpikir prediktif dan antisipatif,” kata Rektor.   

Dikemukakan Rektor, Prof Budhi Haryanto merupakan Guru Besar ke-16 FEB dan ke-225 di UNSSementara itu, Prof Bambang Suhardi, merupakan guru besar ke-15 FT dan ke-226 UNS dan Prof Retno Rosariastuti menjadi Guru besar ke-30 FP dan ke-227 UNS. 

Dalam pengukuhannya,  Prof Budhi Haryanto membawakan pidato pengukuhan dengan judul “Model Keperilakuan Konsumen dengan Variabel Pemoderasi Jenis Produk (Studi Pada Makanan Tradisional)”. Dalam orasinya,  Prof Budhi menyoroti Perilaku konsumen terhadap makanan tradisional adalah merupakan isu yang relatif menarik untuk diteorikan.

Hal ini dikarenakan ada 2 alasan yang mendasari yaitu alasan praktis terkait dengan fenomena riil yang terjadi di Indonesia yaitu tentang gejala-gejala negatif yang berkenaan dengan makanan tradisional. Sementara Prof Bambang membacakan pidato pengukuhan dengan judul “Penerapan Ergonomi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Furniture”.

Baca : Ini Pesan Prof Mahfud MD untuk Mahasiswa Baru UNS

Ia menyoroti jika penerapan teknologi tepat guna di UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial politik dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

Teknologi tepat guna harus menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang minimal dibandingkan dengan teknologi pada umumnya.Adapun Prof Retno membacakan pidato pengukuhan dengan judul “Pengembangan Teknologi Bioremediasi Dalam Remediasi Tanah Tercemar Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan”.

Baca : Rektor UNS : Kampus Jadi Pusat Inovasi

Bioremediasi merupakan suatu teknologi untuk memulihkan lingkungan tercemar material berbahaya menggunakan mikroorganisme atau tumbuhan tingkat tinggi yang ada di alam. Bioremediasi mengandung pengertian bio (ogranisme hidup) dan remediasi (pemulihan kembali). Prinsip utamanya adalah mengubah dan mendegradasi polutan seperti hidrokarbon, minyak, logam berat, pestisida, pewarna dan sebagainya. (Evi)

Editor : Sarmun Hersa 

Tinggalkan Pesan