Boyolali Siaga Antisipasi Bencana Erupsi Gunung Merapi

0
antisipasi-erupsi-merapi
: Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo letaknya paling dekat dengan puncak Guning Merapi. (sms.com/jm)

BOYOLALI,sms.com – Pemkab Boyolali terus mengintensifkan upaya antisipasi bencana erupsi Gunung Merapi. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya kondisi gunug tersebut.

“Ya, kami terus mempersiapkan diri untuk mengantisipasi bencana erupsi Merapi,” ujar Sekda Boyolali, Masruri.

Dijelaskan, beberapa hari lalu masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi mendengar suara gemuruh dari arah puncaknya. Namun demikian, suara tersebut tidak sampai menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Seminggu lalu, suara gemuruh terdengar dari Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Dukuh tersebut adalah dukuh tertinggi yang terdekat dengan kawasan puncak Merapi.”

Pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat agar tetap tenang serta tak perlu resah. Namun demikian, mereka diminta waspada dan rutin melakukan siskamling di lingkungan masing- masing. Setiap perkembangan kondisi Merapi terus dipantau dan jika ada bahaya bakal disampaikan ke masyarakat.

“Termasuk salah satunya adalah simulasi dan sosialisasi yang digelar di Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada Rabu- Kamis (4-5/11).”

Pasalnya, kawasan Mertoyudan merupakan sister village bagi warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Jika terjadi bencana erupsi Merapi, maka warga akan dibawa ke pengungsian di sana karena jaraknya yang lebih dekat.

Sedangkan sister village bagi warga Desa Klakah, Kecamatan Selo adalah di Desa Nggantang, Kecamatan Sawangan. Pemkab Boyolali sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah di kedua desa tersebut.

Disinggung tentang kondisi jalur evakuasi, pihaknya memastikan dalam kondisi bagus. Termasuk Jembatan Bangunsari, Desa Klakah yang menghubungkan langsung dengan Dukuh Sepi, Desa Jrakah. Jembatan bisa dilalui kendaraan roda empat dan sepeda motor. (jm)

Editor: Sarmun

Tinggalkan Pesan