Polisi Tangkap Bos Globalindo Energi Nusantara

0
penipuan-bbm-solo
DIPERIKSA- Komisaris Globalindo Energi Nusantara, Ina W (kiri) saat diperiksa penyidik di Polresta Surakarta, beberapa hari lalu. (sma.com/dokumentasi)

*Diduga Menilep Uang Rp 15 Miliar milik PT SHA

SOLO, sms.com– Seorang perempuan yang menjabat sebagai Komisaris Globalindo Energi Nusantara, Ina (49) berurusan dengan pihak kepolisian.

Tersangka yang diduga menilep uang Rp 15 miliar untuk pembayaran atas pembelian BBM non subsidi tersebut ditangkap di tempat tinggalnya di Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur.

Penangkapan terhadap tersangka itu dikemukakan Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Purbo Adjar Waskito saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2020).

Diungkap Kasat, kasus ini bermula saat tersangka sebagai Komisaris PT Global Indo Energi itu mengambil bahan bakar minyak non subsidi di PT SHA sejak lama.

“Adapun BBM yang diorder dari PT SHA kemudian dijual lagi oleh tersangka di wilayah Jawa Timur. Awalnya bisnis tersebut berjalan lancara. Namun, seiring berjalannya waktu muncul tunggakan pembayaran,” tegas Purbo mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Lebih lanjut Kasat mengemukakan, bisnis tersebut mulai bermasalah sejak Juli hingga September 2019. Kurun waktu tersebut, tersangka menunggak pembayaran hingga mencapai Rp15 miliar.

Berdasar hasil pemeriksaan, tersangka menjual BBM non subsidi ke customer dibawah harga pembelian. Sehingga, tersangka tidak mampu melunasi pembayaran atas pembelian BBM non subsidi kepada PT SHA.

Komisaris Globalindo Energi Nusantara
FOTO DIRI : Ina W, Komisaris Globalindo Energi Nusantara. (sms.com/dokumentasi)

“Alasan tersangka menjual harga BBM lrbih murah dari harga pembelian itu, supaya cepat laku. Hal itu yang membuat tersangka tidak mampu melunasi kekurangan pembayaran sekitar Rp 15 miliar,” jelas Purbo. 

Alasan lain kenapa tersangka menjual BBM lebih murah, lanjut Kasat, katanya suka-suka menjual dengan harga berapa dan atas keinginan tersangka sendiri.

Ditambahkan Kasat, tersangka menjual BBM non subsidi ke sejumlah wilayah, baik di Surabaya maupun Kalimantan. Namun, dari pemeriksaan yang dilakukan tidak ditemukan adanya jual beli yang dilakukan pelaku di wilayah luar Pulau Jawa.

“Saat kami cek, ternyata tidak ada penjualan di Kalimantan,” katanya. 

Akibat perbuatan tersangka, yang bersangkutan dijerat sesuai Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (ris) 

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan