Status Merapi Naik, Pemkab Klaten Dalam Kondisi Siaga

0
merapi-meletus

*Disiapkan Pengungsian Dengan Protokol Kesehatan

KLATEN,sms.com – BPPTKG telah menaikkan status Merapi dari level II Waspada menjadi level IIi Siaga, Kamis (5/11) pukul 12.00 WIB. Pemkab Klaten juga dalam kondisi siaga, menghadapi ancaman erupsi Merapi, termasuk penyiapkan lokasi pengungsian dengan menegakkan protokol kesehatan.

”Dalam 4 hari terakhir, aktifitas Merapi memang meningkat, kami memantau perkembangan status Meraou dari BPPTKG. Pada dasarkan, Pemkab Klaten bersama seluruh elemen sudah dalam kondisi siap siaga menghadapi ancaman erupsi Merapi,” tegas Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, Kamis (5/11).

Ada tiga desa yang paling rawan terdampak erupsi Merapi, yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang, Klaten. Dia minta warga untum siaga bila sewaktu-waktu terjadi erupsi, termasuk kemungkinan bila harus mengungsi.

”Saya lihat, warga lereng Merapi sudah sangat siap menghadapi ancaman erupsi. Mereka sudah mendapatkan sosialisasi dan sudah sering menggelar simulasi evakuasi mandiri. Semuanya sudah tahu peran-perannya, sehingga tanpa disuruh pun mereka akan turun bila kondisi berbahaya,” kata Pjs Bupati.

Terkait kenaikan status Merapi menjadi siaga, Pemkab bersama instansi terkait, dan relawan, akan melakukan sosialisasi kepada warga. Di sisi lain, sudah terlihat kesiapan warga lereng Merapi dalam menghadapi ancaman bencana erupsi. Para pemilik truk telah menyiagakan armadanya bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi.

”Ada satu hal yang harus segera kami persiapkan, yakni bila sewaktu-waktu terjadi erupsi dan warga harus mengungsi, kami harus menyiapkan lokasi pengungsian dengan menerapkan protokol kesehatan, harus diatur agar jangan berkerumum. Jangan sampai terjadi penularan covid-19 di lokasi pengungsian,” ujar Sujarwanto.

Selain itu, Pemkab Klaten juga harus mengantisipasi bila warga terpaksa mengungsi dalam waktu lama, mengingat pada 9 Desember 2020 mendatang akan ada pemungutan suara Pilkada Klaten.

”Kami sedang berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu tentang kemungkinan bila warga lereng Merapi harus memberikan suara di pengungsian. Itu akan kami atur bersama, namun semoga saja situasinya segera membaik,” kata Sujarwanto.

Sebelumnya, Pemkab Klaten sudah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, pekan lalu. Pemkab bersama jajaran, TNI, Polri, ormas, komunitas dan relawan sudah siap dan terus berkoordinasi untuk mengantisipasi bencana, baik gempa, erupsi Merapi, banjir dan angin ribut.

Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joki Eko Presetyo juga sudah menegaskan bahwa TNI siap bergerak bersama untuk penanggulangan bencana.Semua personel disiagakan bila sewaktu-waktu terjadi bencana.(mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan