Merapi Mulai Menggembung, Masyarakat Diminta Tenang dan Waspada

0
merapi-meletus
MELINTAS: Warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo membawa rumput pakan ternak dengan latar belakang Gunung Merapi. (sms.com/jm)

BOYOLALI,sms.com – Seiring kenaikan status Gunung Merapi ke level siaga, masyarakat diminta tetap tenang. Namun demikian, mereka juga diminta untuk waspada.

Himbauan itu dikemukakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo disela- sela pengecekan kondisi warga di Dukuh Sumber, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Jumat (6/11). Desa Klakah termasuk daerah rawan bencana erupsi Merapi selain Desa Jrakah dan Tlogolele, semuanya di wilayah Kecamatan Selo.

“Insya Allah ya dan mudah-mudahan yang disini aman. Tapi karena masuk dalam ring yang sangat dekat, kita tetap waspada, tetap siaga,” katanya.

Diungkapkan, dari penjelasan petugas pengamat Gunung Merapi, tiap hari tubuh Merapi menggembung. Bahkan selama tiga hari terakhir menggembung hingga 10 cm/ hari. Namun demikian, masyarakat diingatkan tidak perlu panik.

“Dan saya tahu persis masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu.”

Untuk itu, tugas dari pemerintah, kades, TNI, Polri harus senantiasa siaga. Pihaknya juga mendukung langkah yang ditempuh Pemkab Boyolali yang menjalin sister village dengan beberapa desa di wilayah Kabupaten Magelang.

“Dari penjelasan ada desa bersaudara. Ini bagus, jadi kalau nanti datang mengungsi, sudah tidak sungkan lagi.”
Pemerintah bersama relawan tinggal mengatur protokol kesehatannya. “Insya Allah, mudah-mudahan semuanya aman. Kita akan backup, BPBD back up, BNPB back up, dan kita sudah komunikasi terus dengan pusat. Makanya saya tengok hari ini kesiapannya. Mudah-mudahan temea-teman sudah siap semuanya.”

Termasuk penrsiapan jalur evakuasi seperti kejadian sebelumnya.

Jika jalur evakuasi belum baik, secepatnya diperbaiki agar kendaraan bisa melaju atau lewat dengan mudah. “Sedapat mungkin, kendaraan bisa jalan lancar, meskipun tidak semulus yang kita bayangkan.”

Terkait dengan protokol kesehatan, Ganjar meminta di pengungsian tetap dibuat jarak. Seperti yang dibuat di wilayah Magelang dengan jarak tertentu, juga di lokasi pengungsian di Klaten. “Maka kita biasakan penataan di tempat pengungsian dengan protokol kesehatan.”

Ganjar juga kembali meminta masyarakat tetap tenang. Masyarakat diingatkan tetap mengikuti perintah dari kades masing- masing. “Insya Allah, TNI dan Polri pun juga siaga, sehingga kita semua nanti akan bisa melewati dengan tenang. Yang penting, siapkan saja barang-barang berharga yang ada. Jadi kalau bawa itu ojo kleru, surat-surat penting sing digowo, ojo bantal thok.” (jm)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan