Merapi Siaga, Warga Sidorejo Belum Mengungsi

0
gunung-merapi-siaga
STATUS SIAGA : Puncak Gunung Merapi terlihat dari sebuah kawasan di Kabupaten Klaten, Jateng. (sms.com/mer)

KLATEN,sms.com – Di Kabupaten Klaten ada tiga desa yang masuk daerah rawan terdampak erupsi Merapi, yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Sebagian warga Balerante dan Tegalmulyo yang tinggal di radius 5 km dari puncak Merapu sudah mengungsi, hanya warga Desa Sidorejo yang masih bertahan.

Sukiman warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang mengatakan ada 3 desa di atas yang terancam erupsi, namun Desa Sidorejo belum melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

Meski demikian, warga sudah melakukan upaya kesiapsiagaan dan mendata kendaraan untuk keperluan evakuasi bila sewaktu-waktu Merapi erupsi. Mereka juga telah membagi peran, masing-masing warga agar evakuasi berjalan lancar.

”Warg Sidorejo belum mengungsi namun kami sudah lakukan persiapan, kami data kendaraan. Lebih mudah mendata sendiri, kalau kurang kami akan minta bantuan. Tapi kalau tambah orang dari luar malah repot membedakan mana warga mana relawan. Saat ini, kendaraan sudah cukup untuk evakuasi orang, tapi untuk ternak belum,” kata dia.

Menurutnya, warga sudah belajar dari kejadian letusan tahun 2006, karena oleh BPPTKG, tipe letusannya diperkiraan sama. Warga mempunyai kearifan lokal dalam membaca kondisi peningkatan aktifitas Merapi.

”Kami membaca situasi 2006. Waktu itu terbentuk kubah lava yang besar. Namun saat ini, pembentukan kubah lavanya sangat kecil, kami perkirakan kalau meletus maka belum sampai 5 km. Itu pun akan masuk ke Kali Gendol atau meluber ke Kali Woro,” kata dia.

Warga juga melakukan ronda tidak hanya tiap malam, tapi 24 jam. Petugas digilir dan mereka membawa pengera suara jadi bila sewaktu-waktu ada bahaya bisa memberi peringatan pada warga. Saat ini pun, sudah ditetapkan batasan lokasi mencari rumput yang aman

”Pengalaman 2006, kami mengungsi tiga bulan 19 hari tapi saat meletus kami pulang. Tidak mengungsi bukan berarti kami ngenyel, tapi semata-mata untuk efisien tenaga dan biaya,” ujar Sukiman.

Warga Sidorejo hampir semua mempunyai ternak yang harus dirawat, mereka akan kesulitan bila tinggal di pengungsian.

Belum lagi, saat ini pandemi Covid-19 belum reda sehingga warga khawatir akan tertular covid bila berada bergerombol di pengungsian. Bila sampai tertular Covid-19, maka warga tidak akan bisa bekerja dan itu akan menjadi masalah baru bagi warga desa semua.

Jenarto salah satu relawan Sidorejo menegaskan, bahwa relawan setempat dalam kondisi siaga. Mereka akan melaporkan perkembangan terkini di desanya secara berkala ke Posko Kabupaten di Pendapa Pemkab Klaten.

Mereka juga akan terus memantau perkembangan aktifitas Merapi secara terus menerus, jadi bila kondisi sakin gawat, warga akan segera turun ke lokasi yang aman sesuai petunjuk BPPTKG. (mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan