Bedah Buku Di Hari Pahlawan, Slamet Riyadi Jadi Inspirasi Berdirinya Unisri

0
hari-pahlawan-unisri
SERAHKAN BUKU : Wakil Rektor Unisri Dr Sutoyo menyerahkan buku "40 Tahun Bakti Unisri Untuk Negeri" kepada Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Soelarno disaksikan Rektor Prof Dr Sutardi dan Ketua Tim Penyusun buku Dr Dian Esti Nurati, di sela peluncuran buku tersebut di kampus setempat, Selasa (10/11/2020).

SOLO-Pahlawan nasional Slamet Riyadi menjadi inspirasi nama bagi Unisri Surakarta. Jiwa kepahlawan dan kejuangannya jadi pertimbangan pemberian nama pada perguruan tinggi tersebut, Universitas Slamet Riyadi, 40 tahun lalu.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Soelarno punya cerita. Saat itu, sudah universitas negeri yang didirikan pemerintah yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi swasta di Solo, yakni Universitas Sebelas Maret. Nah, kalau hanya satu universitas dan itu negeri, lantas bagaimana para lulusan SMA yang tidak diterima.

“Maka didirikanlah Universitas Slamet Riyadi atau Unisri,” kata dia ketika memberi sambutan dalam peluncuran dan bedah buku “40 Tahun Bakti Unisri Untuk Negeri” kampus setempat, Selasa (10/11).

“Saya kira, peluncuran dan bedah buku “40 Tahun Bakti Unisri Untuk Negeri” di tanggal 10 November ini sangat pas. Selain untuk memperingati Hari Pahlawan sekaligus menggali nilai-nilai kejuangan dan kepahlawan Slamet Riyadi yang menjadi inspirasi nama perguruan tinggi ini,” tandas Soelarno.

Rektor Prof Dr Sutardi mengatakan, mendokumentasi sebuah lembaga dalam bentuk buku atau dalam bentuk yang lain itu dinilai sangat penting untuk mengenang atau menyimpan sejarah lembaga tersebut. Termasuk mendokumentasikan sejarah Universitas Slamet Riyadi dalam bentuk buku, di era digital seperti sekarang ini.

Menurut rektor, sebagian orang masih menemukan keasikan sendiri dalam membaca buku dibanding membaca tulisan dalam bentuk digital.

“Saya berharap, buku “40 Tahun Bakti Unisri Untuk Negeri” dibagikan ke lembaga lembaga pendidikan, perpustakaan, dan tokoh-tokoh masyarakat dan pendidikan, agar masyarakat tahu Universitas Slamet Riyadi,” kata Sutardi.

Ketua tim penyusun buku Dr Dian Esti Nurati mengatakan, proses penulisan dan penulisan buku 40 Tahun Bakti Unisri Untuk Negeri sangat panjang dan berpengaruh pada konsekwensi waktu, pikiran, dan tenaga. Dikatakan, proses penulisan dan penyusun buku selama lebih kurang setahun tersebut penuh tantangan.

Tim penyusun berupaya menyatukan potongan-potongan sejarah yang luar biasa panjang tanpa disertai bekal dokumentasi dan nara sumber yang cukup.

“Inilah tantangan kami. Kami berharap, buku ini bisa diterima semua pihak,” kata Dr Dian.(*)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan